hitekno.com - Startup harus mempunyai inovasi agar layanan dan produk mereka diterima oleh pasar. Sebuah startup ini menawarkan pencetakan 3D di mana kita bisa mencetak baterai menjadi bentuk apa pun sesuai yang diinginkan.
Sebagai informasi, baterai lithium-ion saat ini digunakan dalam segala hal. Mereka dipakai untuk kendaraan listrik, perangkat seluler, hingga penyimpanan energi terbarukan.
Dalam skala industri, baterai lithium-ion masih cukup mahal meski harganya sudah turun dalam beberapa tahun terakhir.
Sakuu menawarkan teknik khusus dalam mencetak baterai. Mereka menggunakan lapisan bubuk tipis yang dapat mengubah tampilan baterai.
Perusahaan rintisan ini mampu memproduksi baterai e-bike yang melengkung agar pas dengan rangka sepeda, atau baterai ponsel yang dibentuk untuk mengisi setiap celah di sekitar papan sirkuit, membuat ponsel bertahan lebih lama sebelum perlu diisi lagi.
Perlu diketahui, baterai solid-state menggunakan elektrolit padat, bukan cairan seperti yang ada di dalam baterai populer pada saat ini.
Hal itu dapat menghilangkan masalah terkait sifat mudah terbakar pada baterai, membantu baterai bekerja dalam cuaca beku, menambah kepadatan energi, dan membuat baterai lebih cepat diisi, lebih mudah didaur ulang, serta memangkas biaya. Tapi sampai sekarang, mereka sulit untuk diproduksi.
Startup Sakuu menggunakan printer 3D dengan bubuk sehingga memungkinkan lapisan tetap tipis.
Seperti pencetakan 3D lainnya, ini juga menghemat bahan, karena hanya bahan-bahan terbatas yang dibutuhkan untuk proses produksi.
Startup mengklaim dapat memangkas biaya produksi baterai hampir setengahnya.
Perusahaan rintisan yang berbasis di Silicon Valley, California, Amerika Serikat itu bakal melisensikan teknologi pencetakan 3D baterai kepada produsen baterai, perusahaan mobil, dan pelanggan lainnya dalam beberapa waktu ke depan.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia