Hitekno.com - Keramaian baru saja dibuat Elon Musk dengan mengubah logo Twitter dari burung biru menjadi gambar anjing Shiba Inu. Anjing yang menjadi logo Dogecoin atau Doge.
Sebagai CEO sekaligus pemilik baru Twitter, Elon Musk memang telah membuat perubahan dalam platform media sosial ini.
Termasuk aksinya mengubah logo burung biru yang menjadi ciri khas Twitter menjadi gambar anjing Shiba Inu yang selama ini dikenal sebagai logo Dogecoin atau Doge.
Namun apa alasan kenapa Elon Musk sampai mengubah logo Twitter dari burung biru menjadi anjing dari logo Dogecoin tersebut?
Ternyata sudah sejak lama ia pernah membahas hal tersebut. Yakni melalui cuitan bersama akun Twitter @WSBChairman.
Dalam cuitannya, Elon Musk menanyakan apakah membutuhkan platform baru. Akun Twitter @WSBChairman pun memberikan ide.
Ia menyarankan bos Tesla dan SpaceX itu untuk membeli Twitter saja. Lalu mengubah logo Twitter yang burung menjadi Doge (gambar anjing Shiba Inu).
Kala itu Elon Musk menganggapnya sebagai candaan. Namun kini tiba-tiba ia memenuhi rencana tersebut dengan mengubah Twitter.
Tak hanya itu, bos Twitter ini juga mengunggah meme bagaimana perubahan logo platform media sosial tersebut.
Ia menggunakan meme Metamorphosis yang diedit dengan menempelkan logo burung biru Twitter dan kepala anjing Shiba Inu.
Baca Juga:
Susul Twitter, Facebook dan Instagram Hadirkan Layanan Berlangganan yang Lebih Mahal
Elon Musk sendiri diketahui gemar menggunakan meme dalam cuitannya.
Dan tentu saja perubahan logo baru Twitter ini berdampak pada aset Kripto Dogecoin atau Doge yang mulai mengalami pergerakan.
Dikuti tim HiTekno.com CoinMarketCap, harga Doge sebelum perubahan logo ada di kisaran Rp 1.147 dan melejit jadi di atas Rp 1.400 setelah pergantian logo.
Tidak diketahui apaka logo Twitter ini berubah secara permanen atau memang Elon Musk hanya melakukan candaan belaka.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
6 Trik Packing Cerdas untuk Mudik Naik Pesawat agar Barang Tidak Over Bagasi
-
3 Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia 2026: Era Baru AI-Powered Marketing
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data