hitekno.com - Beberapa waktu yang lalu, Jefri Nichol menuai cibiran netizen usai menyebarkan identitas orang lain tanpa izin. Kasus ini berakhir setelah Jefri Nichol membuat pernyataan minta maaf bersama tanda tangan dan materai Rp 10 ribu.
Surat ini diunggah di akun Twitter miliknya Jefri Nichol unggah foto surat pernyataan maaf kepada sosok Salma yang identitasnya disebar. Jefri Nichol pada unggahan foto itu menuliskan caption bahwa ia mengakui kesalahan dan sudah bertemu dengan Salma dan mendapatkan permintaan maaf.
"Saya melakukan kesalahan. Sekarang saya belajar bertanggung jawab atas itu, juga belajar untuk berendahan hati karena saya sudah bertemu dan dimaafkan. Terima kasih, Salma," cuit Jefri Nichol.
Pada foto yang diunggah Jefri Nichol tertuang sejumlah poin bahwa aktor kelahiran 15 Januari 1999 itu telah melakukan perbuatan doxing kepada Salma.
"Saya dan saudari Salma telah bertemu dan sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan bertanggung jawab atas ketidaknyamanan yang telah terjadi," tulis surat pernyataan maaf Jefri Nichol.
Jefri Nichol pun dalam surat itu berjanji akan lebih bijak saat menggunakan media sosial dan tidak mengulangi perbuatan yang sama. Sayangnya surat pernyataan maaf ini malah mendapat cibiran dari netizen. Sejumlah netizen memberikan komentar pedas.
"Setelah usai nya Dear Nathan, Thank you salma, terbitlah dear nathan, sorry salma," sambung akun lainnya.
"Gak selamanya setiap permasalahan bisa diselesaikan di atas ring tinju," timpal akun lainnya.
"Makanya jadi laki jgn lemes bgt mulutnya,"
"Lah kelahiran 99,pantes labil," tulis salah satu akun.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi