Kamis, 22 Februari 2024
Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 02 Mei 2023 | 08:58 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Hacker dan scammer menjadi momok besar bagi para investor kripto. Firma riset blockchain CertiK memperkirakan bahwa investor kripto kehilangan 103 juta dolar AS atau Rp 1,5 triliun pada April 2023.

Jumlah yang sangat besar itu diakibatkan eksploitasi kripto, aktivitas scam, hingga tindakan ilegal hacker.

Para penjahat dunia maya menargetkan komunitas kripto karena satu penipuan dapat menghasilkan ribuan dolar AS dari mereka.

Selain itu, sebagian besar transaksi kripto bersifat anonim yang membuat penelusuran dana curian hampir tidak mungkin dilakukan.

Menurut CertiK dua jenis penipuan kripto yang paling umum menyedot dana investor adalah Exit Scam dan Flash Loan.

Dalam Exit Scam, bisnis yang tampak meyakinkan tetap menerima pembayaran untuk produk atau layanan apa pun yang mereka jual, sambil mengabaikan pesanan atau permintaan yang sudah diterima.

Sering dikategorikan sebagai 'trik kepercayaan', Exit Scam digunakan untuk mencuri 9,3 juta (Rp 136 miliar) dari sektor kripto pada April 2023.

Flash Loan atau pinjaman cepat lebih cepat dalam memikat calon korban.

Penjahat kripto mencuri sekitar 19,8 juta dolar AS atau Rp 291 miliar dengan menawarkan pinjaman tanpa jaminan dalam jumlah besar.

Ilustrasi aplikasi berbahaya dari hacker. (Pixabay @madartsgraphics)

Dengan cara ini, calon korban yang membutuhkan pinjaman segera meminjam dan mengembalikan dana dalam transaksi yang sama.

Hacker lantas menguras rekening korban menggunakan bot atau meminta calon korban melakukan instruksi tertentu,.

Dilansir dari NDTV, eksploitasi beberapa bot perdagangan pada 3 April mengakibatkan kerugian sebesar $25,4 juta. Belakangan, $22 juta hilang dalam eksploitasi hot wallet Bitrue, diikuti dengan pencurian $13 juta di bursa GDAC Korea Selatan.

Dalam empat bulan terakhir tahun 2023, CertiK memperkirakan $429,7 juta telah dicuri oleh scammer dan hacker kripto.

Beberapa pengguna pertukaran KuCoin secara kolektif telah kehilangan lebih dari $22.000 setelah akun Twitter dari pertukaran crypto diretas sebentar pada 24 April.

Hacker dan scammer mampu memanfaatkan celah teknologi serta psikologis dari investor kripto sehingga mereka bisa melakukan tindak kriminal di dunia maya.

BACA SELANJUTNYA

Suami Sembunyikan BTC Senilai Rp 7,4 Miliar dari Istri, Malah Terjerat Kripto Hunter