Rabu, 29 Mei 2024
Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 04 Mei 2023 | 12:17 WIB

Hitekno.com - Ethereum atau ETH merupakan kripto terbesar kedua setelah Bitcoin. Analis memberikan prediksi pola pergerakan ETH dalam beberapa waktu ke depan.

Berdasarkan survei sebelum ini, banyak investor yang berharap bahwa ETH mencapai puncak harga pada US$2.758.

Sayang, itu sekadar harapan mengingat analis justru melihat sinyal bearish atau penurunan harga.

Pantauan pada Selasa (02/05/2023), harga ETH berada pada 1.847 dolar AS. Sinyal bearish tampak kembali menghantui pasar kripto, dengan analisis Ethereum (ETH) yang melihat potensi untuk mencapai level US$1.500.

Setelah harga Ethereum kembali jatuh di bawah level US$2.000, dasaran tren harga altcoin utama ini tampak mengarah ke Selatan, berpotensi bergerak lebih rendah dari US$1.800, bahkan ke US$1.500.

Ilustrasi ETH atau Ethereum. (Pixabay @amhnasim)

Analisis Harga ETH

Berdasarkan laporan U Today, analis bernama TheMoonCarl telah menemukan pola yang mengkhawatirkan untuk harga ETH di grafik 4 jam.

Carl menemukan adanya pola Bearish Head and Shoulders yang sedang dibentuk oleh harga. Jika benar terjadi, itu dapat membawa penurunan hebat bagi Ethereum hingga mendekati level psikologis US$1.500.

Dikutip dari Blockchainmedia.id (jaringan Suara.com), pola Bearish Head and Shoulders biasanya diartikan sebagai tanda pembalikan tren saat geliat naik telah mencapai puncaknya.

Ini tanda pembalikan tren yang sangat diantisipasi. Selain itu, analis kripto Ali menyoroti fundamental jaringan Ethereum yang lemah.

“Peningkatan pengguna aktif, volume transaksi dan permintaan ruang blok menunjukkan adopsi jaringan ETH yang sehat. Namun, rata-rata bulanan dari alamat ETH yang aktif telah ditolak oleh rata-rata tahunan, menunjukkan fundamental jaringan yang lemah dan pemanfaatan yang berkurang,” ujarnya.

Saat ini, investor tengah bersiap untuk peristiwa penting di perekonomian AS, membuat para pedagang terfokus pada dasar sentimen makro selain faktor fundamental dan teknikal.

Bank sentral AS kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin di pertemuan pekan ini, dan juga pasar menantikan pengumuman data non-farm payroll yang akan dirilis Jumat malam besok (5/5/2023).

Sejak membentuk harga puncak 2023 di kisaran US$2.122, harga ETH telah merosot lebih dari 14 persen di kisaran US$1.825.

Harga ETH mengikuti pergerakan harga Bitcoin yang juga kian lesu, sehingga pembalikan tren bullish menjadi bearish kini menjadi perhatian utama pengamat dan investor.

Harga BTC sempat lebih rendah dari level US$28.000, membawa tanda bearish karena kembali jatuh saat menyentuh level psikologis utamanya, US$30.000.

Jika harga Ethereum benar-benar merosot ke kisaran US$1.500, bukan tidak mungkin bahwa geliat bearish utama akan sekali lagi menjadi perhatian. Mari kita saksikan.

BACA SELANJUTNYA

Akhirnya Resmi, Ini Daftar Harga Redmi Note 13 Series di Indonesia