Hitekno.com - Perusahaan teknologi besar khawatir bahwa platform kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dapat mengumpulkan data rahasia dari karyawan.
Platform-platform ini mengumpulkan data dari pengguna untuk meningkatkan model bahasa mereka. Bug terbaru juga mengungkapkan riwayat percakapan pengguna ChatGPT kepada orang lain.
ChatGPT sejak itu menambahkan fitur untuk membiarkan pengguna menonaktifkan riwayat percakapan mereka dan tidak berpartisipasi dalam pelatihan model AI.
Dilansir dari Gizchina, disebutkan bahwa tidak ada jaminan bahwa teks yang dihasilkan tidak akan disalahgunakan. Hal yang sama berlaku untuk informasi rahasia lainnya, karena karyawan dapat menggunakan ChatGPT untuk menyusun email.
Selain ChatGPT, Apple juga melarang penggunaan Copilot GitHub di tempat kerja, yang memungkinkan pengembang mengotomatiskan penulisan kode. Dan menariknya, kedua platform tersebut dimiliki oleh Microsoft.
Apple bukan satu-satunya perusahaan yang melarang penggunaan ChatGPT dan platform AI lainnya di tempat kerja.
Dalam beberapa bulan terakhir, semakin banyak perusahaan yang melarang penggunaan platform-platform ini karena kekhawatiran akan risiko potensialnya, termasuk Amazon dan Samsung.
Kemungkinan trend pelarangan platform AI ini akan terus berlanjut seiring perusahaan-perusahaan semakin menyadari risiko potensial yang ada.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026