hitekno.com - Seorang pria dengan penampilan sederhana dan jauh dari kata 'mewah' membuatnya kerap diremehkan. Siapa sangka jika pria ini justru memiliki total kekayaaan mencapai triliunan rupiah.
Sosok tersebut tidak lain adalah miliarder sekaligus pendiri Twitter, Jack Dorsey. Dirinya terlihat di New York City dalam sebuah penampakan langka setelah mempersiapkan peluncuran platform media sosial baru yang diharapkan bisa bersaing dengan Elon Musk.
Hal ini terjadi meski Dorsey harus menerima kenyataan penurunan kekayaan bersihnya hingga setengah miliar dolar AS. Dorsey, yang memiliki kekayaan bersih diperkirakan lebih dari USD 4.2 miliar atau setara Rp 62 triliun, tampak santai dengan mengenakan sandal Birkenstock dan tracksuit abu-abu saat berada bersama teman-temannya.
Penampakan ini cukup jarang, mengingat miliarder tersebut biasanya menghabiskan sebagian besar waktunya di California, tempat ia memiliki rumah mewah senilai USD 22 juta.
Kejadian ini bertepatan dengan persiapan Dorsey untuk meluncurkan platform media sosial baru sebagai rival Twitter, perusahaan yang dia pimpin sebagai CEO hingga November 2021, sebelum digantikan oleh Musk.
Dorsey dikenal dengan gaya hidupnya yang eksentrik seperti banyak miliarder lainnya, dengan kegemarannya berpuasa satu kali makan per hari dan sering mandi es.
Pada hari yang sama Dorsey terlihat, kekayaan bersihnya anjlok lebih dari setengah miliar dolar setelah Hindenburg Research menuduh Block melanggar hukum perbankan dan "memfasilitasi penipuan".
Kekayaan bersih Dorsey turun sebesar 11 persen, mengurangi nilai kekayaannya sebesar USD 526 juta dalam 24 jam. Meski awalnya Dorsey mendorong Musk untuk membeli Twitter, baru-baru ini ia menantang orang terkaya kedua di dunia tersebut, dengan mengatakan "semua berantakan" dan Musk "seharusnya meninggalkan kesepakatan" tersebut.
Layanan barunya, Bluesky, yang dinamai demikian untuk membangkitkan gambar burung biru Twitter yang terbang bebas, telah menarik pengguna seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan Chrissy Teigen.
Bluesky dimulai sebagai proyek sampingan Twitter pada tahun 2019, tetapi didirikan sebagai platform mandiri pada tahun 2022. Usaha ini merupakan salah satu dari banyak platform media sosial yang mencoba memanfaatkan perjuangan Twitter saat ini.
Layanan baru Dorsey ini memiliki banyak kemiripan dengan Twitter, tetapi berbeda dalam satu aspek penting—di Bluesky, konten dimoderasi secara kolektif oleh pengguna, bukan oleh sekelompok staf.
Peluncuran resmi Bluesky diharapkan akan berbarengan dengan peluncuran platform media sosial berbasis teks lainnya oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang juga diharapkan diluncurkan tahun ini.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih