hitekno.com - Menu yang tidak sesuai standar gizi kerap menjadi sorotan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Berbagai kejadian viral dari berbagai daerah di Indonesia pun menuai banyak kritikan hingga desakan untuk evaluasi besar-besaran digaungkan di media sosial. Namun alih-alih protes, para murid SMA di SMA 2 Majalaya Kab. Bandung berinisiatif menyulap tahu dalam menu MBG yang mereka terima menjadi tahu pedas.
Dalam video Tiktok viral dari akun @seventhory, terlihat seorang siswi yang mengumpulkan tahu goreng dari teman-temannya ke dalam plastik. Mereka terlihat secara sukarela memberikan tahu tersebut dari ompreng MBG. Menu lauk Makan Bergizi Gratis ini kemudian diolah kembali menjadi tahu pedas agar lebih menggugah selera.
Setelah mengumpulkan tahu goreng dalam sebuah kantong plastik, para murid pun bahu-membahu untuk membuat tahu pedas. Mulai dari membuat adonan tepung hingga menggorengnya di dalam kelas.
"Kemarin: ngumpulin tahu MBG. Besoknya: bikin tahu pedas. Daripada mubazir," tulis keterangan pada video tersebut.
Menariknya, tak hanya menggorengnya ulang dengan tepung, para murid SMA itu juga menambahkan isian di dalamnya berupa sayuran. Usai digoreng, tahu pedas itu pun dibagikan satu per satu ke teman-teman di kelas.
Aksi murid-murid SMA 2 Majalaya Kab. Bandung ini pun telah ditonton hingga lebih dari 10,8 juta kali di TikTok. Alih-alih membuang makanan karena merasa tidak berselera, mereka "mendaur ulang" lauk MBG agar lebih lezat.
Video singkat ini pun menuai banyak komentar di kalangan warganet.
"Gen Z dikasih makanan hambar malah di daur ulang," komentar @nay***.
"Kakak-kakak ahli gizi pun capek lihatnya. Padahal sudah dihitung semua," tulis @stowbelyy****
"Padahal sehat nggak harus hambar," timpal @roron*******.
"Kreatif sih ini, daripada ngeluh atau protes kaan. Lebih bagus direnovasi sesuai selera," tambah @janu****
"Aku sebagai ahli gizi udah nyerah, yang penting nggak mubazir itu makanan dah," sambung @niv***.
Fenomena ini menunjukkan di tengah polemik dan banjir kritik dari program MBG, masih ada siswa yang berusaha tetap melakukan inovasi agar bisa makan sesuai seleranya.
Kegiatan ini selain menyenangkan karena dilakukan bersama teman sekelas, tahu pedas hasil ini juga membuat menu yang sudah dibeli dengan uang rakyat tidak dibuang percuma karena tidak berselera.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia