hitekno.com - Christopher Colombus, penjelajah dan ahli navigasi paling sukses di masanya ini memang mencatat sejarah hebat setelah menemukan benua Amerika.
Menjelang gerhana bulan malam ini, Christopher Columbus memiliki kisah menarik yang berhasil menyelamatkannya dari kondisi kritis.
Tepat pada Mei 1502, Columbus dan rombongan melakukan pelayaran dari Spanyol dengan empat kapal.
Dalam perjalanan tersebut, kapal Columber terkena wabah cacing yang melubangi kapal mereka.
Akibatnya, kru kapal dan Columbus harus terdampar di sebuah pulau misterius yang kini masuk wilayah Jamaika.
Seiring berjalannya waktu, Suku Arawak bersitegang dengan kru Columbus yang membuat mereka tidak lagi dilayani dengan baik.
Setelah tinggal setengah tahun di pulau tersebut, beberapa anak buah kapal Columbus berencana untuk merampok dan mencuri hewan dan tanaman suku tersebut.
Karena tidak mendapat pasokan makanan dari suku ini, Columbus berusaha melakukan sesuatu agar ia bersama kru kapalnya dapat makan.
Ia lalu memanfaatkan almanak yang diterbitkan astronom dan matematikawan asal Jerman, Johannes Muller van Konigsberg, atau yang dikenal dengan nama Regiomontanus.
Almanak tersebut digunakan untuk membohongi Suku Arawak.
Pada tabel tersebut, terdapat informasi mengenai gerhana bulan total yang akan terjadi pada 29 Februari 1504.
Mengantongi informasi tersebut, tiga hari sebelum terjadi gerhana, Columbus melakukan pertemuan dengan kepala Suku Arawak.
Dalam pertemuan tersebut, Columbus mengaku jika Tuhannya sangat marah karena Suku Arawak tidak memasok makanan untuknya.
Ia lalu membeberkan tiga tanda kemarahan Tuhan.
Pertama ialah munculnya Bulan penuh di ufuk Timur, hingga hari gelap, penampakan Bulan berubah menjadi darah (Blood Moon).
Columbus lalu meminta waktu 50 menit untuk berdiskusi dengan Tuhannya.
Sambil mengurung diri, ia memperhatikan jam pasir yang menjadi petunjuk usainya gerhana bulan tersebut.
Tepat setelah gerhana bulan selesai, Columbus keluar dari kabinnya dan menyampaikan jika Tuhannya telah mengampuni Suku Arawak.
Mereka lalu hidup aman dengan pasokan makanan yang mereka dapat dari Suku Arawak.
Christopher Columbus dan awak kapalnya lalu kembali ke Spanyol pada 7 November 1504.
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?