hitekno.com - Petir merupakan sesuatu yang familiar dan sangat sering terjadi terutama di wilayah dekat garis khatulistiwa yang beriklim tropis. Dalam masyarakat modern yang mempercayai sains, masih ada segelintir orang yang mempercayai mitos petir yang sebenarnya salah kaprah.
Menurut laporan dari dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), terdapat 25 warga Amerika yang tewas tersambar petir dari periode 1 Januari sampai September 2018.
Norma Woeller seorang perempuan berusia 49 tahun baru saja tersambar petir pada hari Sabtu (02/09/2018) ketika sedang mengupas kulit pohon di halaman rumahnya. Dikutip dari ABC News, peristiwa yang terjadi di Gainesville, Florida, Amerika Serikat itu akhirnya memakan korban jiwa.
Woeller meninggal sehari setelahnya meski sudah dilarikan di rumah sakit. Terdapat mitos petir yang cukup menyesatkan apabila kita mempraktikkan mitos itu di kehidupan sehari-hari.
Berikut lima mitos petir dan bukti ilmiah yang menangkalnya:
1. Sangat sedikit orang yang dapat selamat setelah tersambar petir.
Sesuatu yang paling penting ketika menangani orang tersambar petir adalah melakukan CPR. Cardiopulmonary Resuscitation atau sering disebut dengan CPR adalah sebuah teknis medis untuk menghidupkan kembali seseorang yang jantungnya berhenti berdetak.
Teknik ini merupakan pertolongan pertama dengan menekan dada korban dan melakukan bantuan pernapasan melalui mulut. Korban tersambar petir dapat selamat ketika orang di dekatnya langsung melakukan CPR secepatnya.
2. Kamu dapat mengurangi peluang tersambar petir dengan berjongkok atau berbaring di tanah.
Mitos ini dapat dimaklumi karena kebanyakan percaya teori yang menyatakan bahwa petir menyambar gedung-gedung yang tinggi dan bukti ilmiah memperkuatnya.
Petir memang menyambar titik puncak gedung yang tinggi namun meringkung justru membuat kamu mendekati tanah yang dapat membuat keselamatanmu terganggu.
Mary Ann Coper, seorang profesor dari Universitas Illinois menjelaskan bahwa hanya sebagian kecil kematian manusia yang tersambar petir karena kilatan langsung.
Biasanya petir menyambar target dari jarak jauh kemudian arus listrik bergerak melalui tanah sehingga mengenai manusia.
Jika kita meringkuk dan semakin dekat dengan tanah, justru resiko terkena sengatan listrik dari petir semakin besar. Cooper menyarankan agar kita langsung masuk ke gedung terdekat agar terhindar dari petir.
3. Orang yang menggunakan sepatu sol karet tak akan terkena aliran listrik dari petir.
Fakta yang ada justru sebaliknya karena petir akan menyambar dimana saja dia suka. Tak ada pakaian apapun yang dapat menahan hingga 2 juta volt listrik yang sedang mengalir.
Penelitian yang ada juga membuktikan bahwa benda karet tak akan menghindarkanmu dari sengatan listrik super besar dari petir. Benda logam juga tak membuatmu menjadi incaran petir.
4. Setelah berada di dalam rumah, kita benar-benar aman dari petir.
Cara petir menyerang orang adalah dengan mengirimkan arus listrik super besar melalui sesuatu yang kamu pegang atau kamu pijak.
Di dalam rumah, kamu tak benar-benar aman karena kamu harus menghindari hal-hal yang dapat menghantarkan listrik.
Selama badai petir, kamu harus tetap di dalam rumah dan menjauh dari telepon kabel, peralatan listrik, kabel, kabel TV, komputer, pipa, pintu dan jendela besi.
5. Jika kamu menyentuh korban sambaran petir, kamu juga dapat tersengat listrik.
CPR merupakan tindakan kunci pertama dalam menolong korban tersambar petir. Jika kamu takut menyentuh korban, maka nyawa korban tak bisa tertolong apabila mengalami henti jantung.
Profesor Cooper menjelaskan bahwa badan manusia tak dapat menghantarkan listrik sehingga orang terdekat dari korban harus memeriksa denyut nadi dan melakukan pertolongan pertama.
Mitos petir yang menyesatkan bisa menghilangkan nyawa seseorang apabila mempercayainya, yuk bagikan artikel ini biar banyak orang yang tertolong!
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?