hitekno.com - Beberapa bulan terakhir, aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan. Di balik peningkatan aktivitasnya, ternyata gunung Anak Krakatau menyimpan fakta unik.
Gunung Anak Krakatau tercatat masih mengeluarkan lava pijar sehingga wisatawan dihimbau tidak mendekat. Letusan terbanyak dengan total sebanyak 745 kali letusan terjadi pada 30 Juni 2018.
Sementara letusan terbanyak kedua terjadi pada tanggal 18 Agustus 2018 dengan total letusan sebanyak 576 kali.
Dikutip dari Suara.com, Gunung Anak Krakatau berstatus Waspada sejak tanggal 26 Januari 2012 sampai sekarang. Radius zona berbahaya ada di dalam radius 2 km.
Berikut lima fakta unik Gunung Anak Krakatau yang jarang diketahui orang:
1. Terbentuk dari Ledakan Terkuat
Ledakannya setara dengan 3.000 bom atom Hiroshima atau 26 kali lebih kuat dari bom hidrogen terkuat saat ini.
Tsunami setinggi 100 kaki atau 30,5 meter langsung tercipta setelah ledakan terjadi. Ledakan Gunung Krakatau melemparkan batu apung sejauh 5.331 kilometer 10 hari kemudian. Korban yang tewas mencapai 36.489 orang dan ledakan itu berhasil menghilangkan 165 desa serta hampir menghancurkan 132 desa lainnya.
2. Nyaris tak ada kehidupan setelah ledakan di sekitar Pulau Krakatau.
Baca Juga
Di beberapa tempat, abu menumpuk setebal 200 kaki. Pada tahun 1884, salah satu pulau Krakatau yang bernama Rakata hanya ditemukan satu laba-laba mikroskopis.
Beberapa tahun kemudian tanda kehidupan baru satu per satu datang seperti ganggang biru dan pakis yang berkecambah dari spora yang terbawa angin. Baru pada tahun 1888 seekor kadal terlihat menempati daerah sekitar ledakan.
3. Butuh waktu lama untuk pulih.
Ular piton menempati pulau pertama kali dengan berenang sementara ular kawat terbawa ke pulau melalui kayu yang hanyut.
Tikus dan tokek kemungkinan datang bersama manusia. Pada tahun 1930 hutan hujan tropis menyelimuti hampir seluruh pulau.
4. Pernah hilang beberapa kali.
Saat ini Gunung Anak Krakatau mempunyai ketingggian 230 meter di atas permukaan laut. Ketinggian gunung menurun drastis dari induknya (Gunung Krakatau) yang memiliki tinggi 813 meter.
5. Sangat aktif dan terus tumbuh.
Gunung ini juga susah diprediksi sehingga wisatawan disana dihimbau untuk sangat berhati-hati. Bahkan ketika situasi sangat tenang sekalipun, Gunung Anak Krakatau bisa langsung meletus dan mengeluarkan bom lava.
Gunung ini terus tumbuh dengan kecepatan pertumbuhan 0,5 meter per bulan (secara vertikal). Setiap tahun, Anak Gunung Krakatau menjadi lebih tinggi sekitar 6 meter dan lebih lebar 12 meter.
Fakta unik pertumbuhan Gunung Anak Krakatau semakin membuat peneliti sangat tertarik meneliti gunung ini.
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?