Rabu, 05 Agustus 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 28 Januari 2019 | 07:00 WIB

Hitekno.com - Lagi-lagi seorang ilmuwan China membuat kontroversi dengan melakukan rekayasa genetika pada bayi manusia. Apa yang dilakukannya ini menuai kecaman dunia.

Pihak berwenang di China pun mengonfirmasi, seorang wanita telah hamil dalam percobaan rekayasa genetika kali ini.

Sebelumnya, dikutip dari The Guardian, Selasa (22/1/2019), pada 2018 He Jiankui membuat komunitas ilmiah terkejut dengan mengubah gen bayi.

Saat itu He Jiankui  mengumumkan telah berhasil mengubah gen bayi perempuan kembar yang lahir pada November 2018 agar mereka tak tertular HIV.

Diberitakan Xinhua, sejak saat itu investigasi pemerintah provinsi mengonfirmasi keberadaan 'ibu kedua', dan wanita tersebut masih hamil.

Ilustrasi DNA. (Pixabay/geralt)

Sementara itu, seorang penyelidik mengatakan kepada Xinhua, ibu dan anak perempuan kembar dari kehamilan pertama akan diberi pengawasan medis.

Penyelidik juga mengungkap bahwa He Jiankui telah memalsukan laporan tinjauan etika dan sengaja menghindari pengawasan.

Ilmuwan China ini diam-diam mengurus tim yang diikuti staf asing dan menggunakan teknologi yang tak pasti keamanan dan efektivitasnya untuk merekayasa genetika embrio manusia secara ilegal.

Menurut para penyelidik, ilmuwan China tersebut mengejar ketenaran pribadi dan menggunakan dana yang dikumpulkan sendiri untuk percobaan kontroversial ini.

Delapan pasangan yang menjadi sukarelawan dengan ayah yang positif HIV dan ibu yang negatif HIV terlibat dalam percobaan He Jiankui, tetapi satu pasangan kemudian keluar.

Ilustrasi rekayasa genetika - (Pixabay/PixxlTeufel)

Rincian percobaan rekayasa genetika tersebut, yang belum diverifikasi secara independen, lalu memicu reaksi langsung dari komunitas ilmiah global.

Pemerintah China pun tak tinggal diam, dan mendesak agar penelitian He Jiankui dihentikan beberapa hari setelah diumumkan ke publik.

Rekayasa genetika semacam itu memang dilarang di sebagian besar negara, termasuk China. Karena itu, He Jiankui akan ditangani secara serius sesuai dengan hukum.

Para ahli khawatir eksperimen rekayasa genetika ini dapat menyebabkan kerusakan pada manusia dan pada generasi mendatang yang mewarisi perubahan yang sama. Karena itu, apa yang dilakukan ilmuwan China ini dilarang. (HiMedik.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)