hitekno.com - Gempa Palu yang terjadi di akhir September 2018 menelan korban ribuan jiwa dan puluhan ribu lainnya mengungsi. Ilmuwan NASA melakukan penelitian kembali mengapa gempa ini memiliki efek yang dahsyat sehingga menimbulkan banyak korban.
Ternyata, para ilmuwan NASA mengategorikan gempa Palu sebagai kejadian langka yang tidak seperti gempa pada umumnya.
Gempa yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018, jam 17.02 WIB di lokasi 0.18 LS dan 119.85 BT (26 kilometer dari Utara Donggala Sulawesi Tengah) merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer.
Ilmuwan NASA mengategorikan gempa ini sebagai Supershear Earthquake atau Gempa Supershear dengan pergerakan sangat cepat dan langka.
Kurang dari 15 gempa Bumi yang bergerak sangat cepat dan kuat selama sejarah penelitian ilmuwan.
Penelitian ini berjudul "Early and Persistent Supershear Rupture of the 2018 Magnitude 7.5 Palu Earthquake" dan telah dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience.
Gempa supershear menyebabkan efek analog dengan ledakan sonik.
Peneliti yang tergabung di UCLA tepatnya pada Laboratorium Jet Propulsion NASA di Pasadena, California dan lembaga-lembaga lain menganalisis gempa Palu melalui satelit.
Dikutip dari situs resmi NASA, para peneliti menghitung bahwa gempa itu pecah dengan kecepatan stabil 14.750 kilometer per jam (kpj).
Guncangan primer tersebut berlanjut selama hampir satu menit.
Gempa bumi biasanya terjadi sekitar 9.000 hingga 10.800 kpj, sehingga gempa Palu terhitung sangat cepat.
Dalam ukuran sesar, pergeseran sepanjang 5 meter merupakan angka yang sangat besar.
''Guncangan hebat yang dihasilkan mirip dengan ledakan sonik, ledakan yang biasanya terkait dengan jet supersonik,'' kata Lingsen Meng, seorang profesor di UCLA dan rekan penulis penelitian.
Dalam gempa supershear, pecahan yang bergerak cepat menyalip gelombang geser yang lebih lambat yang merambat di depannya.
Proses tersebut dapat mendorong keduanya secara bersamaan menjadi gelombang yang lebih besar dan lebih kuat.
Retakan yang terjadi mempertahankan kecepatan stabil di sekitar lengkungan tersebut.
Penelitian ini juga bertujuan untuk membantu insinyur gempa merancang bangunan dan infrastruktur lainnya sehingga lebih tahan gempa di masa depan.
Gempa Palu yang memiliki gerakan super cepat dan langka ini ternyata memiliki karakter yang tidak pernah diduga oleh peneliti sebelumnya.
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?