hitekno.com - Suku kuno yang ada di Irlandia dan Skotkandia ternyata telah mampu membuat apa yang disebut dengan ''selai rawa''. Selai yang ada di rawa gambut itu ternyata dapat mencegah pembusukan.
Berkat reaksi kimia yang unik dari rawa-rawa itu, simpanan selai ini dapat bertahan selama ribuan tahun.
Para ilmuwan dari University College Dublin telah melakukan analisis kimia dan penanggalan radiokarbon dari beberapa selai rawa dari situs arkeologi di Irlandia.
Mereka menemukan bahwa praktik itu adalah sebuah tradisi yang berumur sangat tua, setidaknya selai rawa tertua telah berumur 3.500 tahun.
Penelitian mengenai cara kuno mengawetkan makanan dengan cara yang menakjubkan ini telah diterbitkan di jurnal Scientific Reports.
Para peneliti juga mengungkap bukti konklusif pertama bahwa selai rawa Irlandia berasal dari lemak susu dan bukan berbasis daging.
Menurut ahli bioarkeolog yang bernama Kristina Killgrove, ini merupakan cara yang sangat modern di zamannya.
Biasanya mereka ditemukan terbungkus dalam semacam wadah kayu, ember, tong, atau kantung kulit binatang.
Selai rawa mungkin telah dikubur sebagai sarana pengawetan daging.
Berdasarkan penelitian tahun 1995, menunjukkan bahwa daging yang terkubur dalam rawa gambut hingga dua tahun memiliki kadar bakteri dan patogen yang sama dengan daging yang disimpan dalam freezer modern.
Oleh peneliti, itu disebut sebagai pengolahan makanan secara primitif.
Dikutip dari Arstechnica, para peneliti melakukan penanggalan radio karbon dari sampel yang menunjukkan bahwa mereka berasal dari Zaman Perunggu, sekitar tahun 1.700 SM.
Reade, ilmuwan yang memimpin proyek penelitian, mengatakan bahwa setelah dilakukan percobaan modern, selai rawa memiliki reaksi kimia yang unik.
Selai rawa buatan tim peneliti tidak menjadi tengik selama tiga bulan di bawah tanah.
Meskipun awet, peneliti mengklasifikasikan rasa pengawetan daging atau selai rawa ''menyebabkan jijik pada beberapa bagian dan kenikmatan pada yang lain''.
Selai rawa ini kemungkinan digunakan sebagai sarana dalam menyimpan makanan oleh para suku kuno di Irlandia sehingga mereka bisa melalui musim dingin dengan lebih baik.
Berita Terkini
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?
-
Gerhana Bulan 7-8 September 2025: Jam, Lokasi, dan Cara Menyaksikannya di Indonesia