hitekno.com - Sekelompok ilmuwan dikagetkan dengan kemampuan rubah Arktik yang ternyata di luar dugaan mereka. Hewan berkaki empat tersebut mampu menjelajahi pulau-pulau terbesar di Kutub Utara dan lautan es beku dengan jarak lebih dari 3.500 kilometer.
Sebelumnya, penelitian mengenai elang yang mampu menempuh ribuan kilometer mungkin mampu memukau banyak orang.
Namun tunggu dulu, elang menggunakan sayap dan bantuan angin untuk menjangkau jarak tersebut.
Rubah Arktik diketahui hanya mengandalkan keempat kakinya dan tidak mempunyai sayap untuk menempuh jarak ribuan kilometer tersebut.
Tentunya hal tersebut sangat luar biasa untuk dikagumi.
Ilmuwan yang tergabung di sebuah lembaga penelitian resmi pemerintah Norwegia, Norsk Polarinstitutt, kaget bukan kepalang setelah objek penelitian mereka terdeteksi menempuh jarak ribuan kilometer.
Perjalanan rubah Arktik dimulai dari Spietsbergen, pulau terbesar di kepulauan Svalbard, yang terletak di antara daratan Norwegia dan Kutub Utara.
Rubah Arktik itu akhirnya berhenti di Pulau Ellesmere, Kanada.
Dikutip dari CNN, Eva Fuglei, seorang ilmuwan yang tergabung dalam penelitian, awalnya tidak percaya bahwa rubah tersebut dapat mencapai jarak sejauh itu.
Rubah dilengkapi dengan pemancar (transmitter) sehingga ilmuwan dapat melacak pergerakannya.
Jarak total 3.506 kilometer dapat ditempuh oleh rubah Arktik hanya dalam waktu 76 hari saja.
Rubah Arktik mampu melewati ratusan kilometer lautan es yang membeku di Samudra Arktik kemudian melewati gletser di Greenland.
Hewan menakjubkan tersebut melakukannya dengan rata-rata menempuh jarak 46 kilometer dalam sehari.
Saat itu, rubah Arktik melintasi pedalaman Greenland dengan kecepatan tinggi dalam waktu singkat.
Para ilmuwan meyakini bahwa rubah Arktik melesat begitu cepat karena kesempatan mencari makan yang terbatas di wilayah itu.
Penelitian mengenai rubah Arktik dan rutenya ini sangat penting bagi ilmuwan untuk mengetahui pola pembiakan dan perilaku hewan tersebut.
Berita Terkini
-
7 Fenomena Langit Agustus 2026, Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan