Rabu, 20 November 2019
Agung Pratnyawan : Jum'at, 06 September 2019 | 15:27 WIB

Hitekno.com - Kereta api bertenaga listrik, atau kereta listrik memang sudah ada di berbagai negara. Termasuk Kota Jakarta sendiri memiliki MRT, KRL, LRT dan juga kereta api.

Nah, lain halnya dengan Indonsia, benua Eropa rupanya juga memiliki jenis kereta yang beragam.

Sebagian besar negara di dunia banyak yang menggunakan KRL alias Kereta Rel Listrik.

KRL dinilai sebagai alat transportasi yang minim polusi, ramah lingkungan serta cepat oleh sebagian besar negara.

Tetapi, KRL ini memiliki kekurangan di mana alat transportasi tersebut membutuhkan energi listrik yang tidak terbilang kecil.

Bisa dibilang, KRL ini jadi tidak sepenuhnya ramah lingkungan bukan?

Tapi ternyata, negara tetangga kita yakni Australia memiliki sebuah kereta api yang diklaim ramah lingkungan lo.

Kereta api tenaga surya. 9Instagram/@byronsolartrain)

Dikatakan ramah lingkungan karena kereta api di Australia ini menggunakan tenaga surya.

Ini dia Byron Bay Railroad Company, perusahaan pertama di dunia yang berhasil memroduksi kereta api tenaga surya.

Tak main-main, kereta api ini telah menggnakan seratus persen tenaga surya, wah ramah lingkungan sekali ya?

Kereta api ini memiliki dua gerbong lengkap dengan panel surya di bagian atapnya.

Setiap panel surya menghasilkan tenaga sebanyak 6,6 kilowatt.

Sedangkan rel kereta api yang dijadikan jalur memiliki panjang kurang lebih 3 kilometer.

Tersedia pula, 100 tempat duduk nyaman serta ruang khusus untuk penumpang yang berdiri di dalam kereta api.

Kereta api tenaga surya. 9Instagram/@byronsolartrain)

Kereta api ini juga dilengkapi dengan ruang bagasi serta tempat untuk meletakkan sepeda.

Tiket naik kereta api ramah lingkungan ini dibanderol dengan harga 2 dolar AS atau setara dengan Rp 28 ribu per orangnya.

Dalam satu kali proses pengisian baterai, kereta api ini sanggup menempuh 13-15 kali perjalanan.

Jadi bagaimana? Anda tertarik untuk naik kereta api tenaga surya yang ramah lingkungan di Australia ini? (Suara.com/ Arendya Nariswari).