Rabu, 20 November 2019
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Selasa, 05 November 2019 | 20:15 WIB

Hitekno.com - Sebuah kerangka manusia belum lama ini ditemukan oleh beberapa pekerja konstruksi di Aberdeen, Skotlandia. Setelah diteliti, kerangka manusia ini rupanya bekas ritual mengerikan.

Kerangka manusia ini ditemukan saat para pekerja menggali parit di halaman belakang sebuah rumah tua yang sudah berusia lebih dari 200 tahun.

Usai ditemukan, para arkeolog regional dari Aberdeenshire bernama Bruce Mann lalu melakukan penelitian untuk memastikan bahwa kerangka manusia ini berasal dari mana dan kapan.

Dilansir dari Live Science, arkeolog menjelaskan bahwa kerangka manusia ini sudah berusia lebih dari satu abad. Cukup mengerikan, kerangka manusia ini memiliki beberapa luka aneh.

Lama kelamaan, setelah melakukan penelitian berkali-kali, ditemukan bahwa kerangka manusia ini merupakan bekas ritual mengerikan yang pernah terjadi di abad ke-19 dalam dunia kesehatan.

Ilustrasi. (Pixabay/fradellafra)

Masa tersebut marak terjadi penggunaan mayat secara ilegal oleh mahasiswa kedokteran dari Universitas Aberdeen. Mayat-mayat ini digunakan secara ilegal untuk praktik cadaver atau bedah anatomi tubuh.

Membuat para arkeolog penasaran, penggalian lalu dilakukan kembali. Hasilnya, ada 115 fragmen tulang lainnya yang berasal dari manusia yang sama.

Menggunakan kerangka-kerangka tersebut dan penanggalan radiokarbon, para arkeolog lalu membuat penelitian untuk menentukan usia manusia tersebut.

Ilustrasi. (Pixabay/foundry)

Hasilnya, kerangka tersebut berasal dari tujuh manusia berbeda yang hidup antara tahun 1750 dan 1850. Cukup mengejutkan, dua di antaranya ternyata adalah anak-anak.

Penelitian lebih lanjut, setidaknya ada bekas luka pada tulang yang menandakan bekas prosedur medis layaknya kraniotomi atau pembedahan otak yang dilakukan untuk membuka tulang tengkorak.

Hasilnya, para arkeolog ini menduga bahwa mahasiswa kedokteran ini telah diam-diam mengubur ketujuh mayat di halaman rumah pada tahun 1850-an untuk menutup tindakan kriminal yang telah dilakukan mereka.