Minggu, 08 Desember 2019
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Selasa, 26 November 2019 | 09:00 WIB

Hitekno.com - Belum lama ini, kelompok arkeolog menemukan kuil sekte penyembah air yang sudah berusia 3.000 tahun. Rahasia yang terungkap, kuil ini ternyata merupakan warisan Zaman Megalitikum yang berada di Peru.

Kuil sekte penyembah air ini berlokasi di Huaca El Toro, Lembah Zana, Peru. Penemuan bersejarah dari Zaman Megalitikum ini merupakan yang pertama yang berhasil ditemukan di daerah tersebut.

Para arkeolog menyebutkan bahwa kuil tersebut dibangun oleh kultus kuno sekte penyembah air. Kuil ini biasanya digunakan sebagai tempat ritual kesuburan pada masanya.

Dilansir dari The Sun, dipercaya bahwa anggota sekte kemungkinan membangun kuil tersebut sebagai sungai baru dan merupakan simbol penanda wilayah kekuasaan.

Lebih lanjut, sekte ini begitu percaya dengan air sebagai elemen terpenting dalam kehidupan. Sehingga pada masanya begitu dipuja oleh sekte ini.

Ilustrasi. (pixabay/Nick115)

Melihat fisik kuil ini, bangunan tersebut terdiri dari batu-batu yang diukir dengan ukuran besar dan berada dekat pegunungan yang berjarak 3 kilometer.

Dipercaya bahwa kuil sekte penyembah air ini sudah ditinggalkan sejak 250 Sebelum Masehi (SM). Selanjutnya oleh suku Chumy digunakan sebagai tanah pemakaman. Setidaknya di lokasi yang sama, para arkeolog menemukan total 21 makam.

Tidak hanya dihuni oleh suku Chumy, daerah kuil sekte penyembah air tersebut juga pernah dihuni pada 1.500 SM dan 800 SM dengan desain arsitektur yang berbentuk kerucut.

Ilustrasi. (pixabay/dimitrisvetsikas)

Masa selanjutnya pada 800 SM dan 400 SM, saat itu bangunan sekitar nampak dipengaruhi oleh kuil megalitikum dengan peradaban pra-Inca.

Di masa selanjutnya, bentuk kuil sekte penyembah air pada 400 SM dan 100 SM menggunakan penyangga atap kuil yang dibuat dengan lubang bulat.

Penelitian selanjutnya terus dilakukan untuk memahami kuil sekte penyembah air tersebut. Jadi, mari bersabar untuk perkembangan selanjutnya ya.