hitekno.com - Rudolph, rusa Natal berhidung merah yang sering kali menemani Santa Claus memang bukan hal asing. Begitu lekat dengan momen Natal, rupanya para ilmuwan punya penjelasan ilmiah mengenai rusa Natal berhidung merah ini.
Rusa Natal berhidung merah ini biasanya ada dalam berbagai kisah Santa Claus di malam Natal. Hewan ini biasanya bertugas sebagai kendaraan Santa Claus untuk menemaninya membagikan kado di malam Natal.
Dikisahkan, hidung rusa Natal ini mampu menyala terang saat sedang bertugas. Rupanya secara sains, hidung merah ini memiliki kaitan dengan kabut Kutub Utara lho.
Dilansir dari Dartmouth.edu, dalam jurnal yang diterbitkan oleh profesor antropologi dari Universitas Dartmouth, Nathaniel J Dominy, fenomena ini dijelaskan secara ilmu pengetahuan.
Profesor ini menjelaskan bahwa rusa kutub pada dasarnya memiliki mata tajam dan mampu melihat sinar ultraviolet. Kemampuan ini cukup unik, pasalnya hanya dimiliki oleh rusa kutub dan jarang dimiliki oleh mamalia maupun manusia.
Dengan kemampuan mata untuk melihat sinar ultraviolet, rusa kutub ini sering juga terhalang penglihatannya karena kabut yang turun.
Agar tidak saling berpapasan atau bertabrakan dengan rusa yang lain, hidung rusa yang berwarna merah menjadi penunjuk di tengah kabut agar tidak saling bertabrakan dengan rusa yang lain.
Sayangnya, hidung merah yang dimiliki rusa Natal ini tidak jarang justru membuatnya mengalami hipotermia. Pasalnya, warna hidung ini menyerap banyak panas dari tubuh rusa kutub.
Sudah ada penjelasan sains mengenai rusa Natal berhidung merah, jangan lupa untuk menyanyikan lagu Rudolph the Red Noise Reindeer di Natal tahun 2019 ini ya.
Berita Terkini
-
7 Fenomena Langit Agustus 2026, Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan