Selasa, 14 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Rabu, 12 Februari 2020 | 08:00 WIB

Hitekno.com - Laporan terbaru menyebutkan bahwa para ilmuwan baru saja menemukan bangunan misterius di Antartika. Cukup unik, penemuan ini berhasil ditemukan oleh ilmuwan dengan menggunakan Google Earth.

Penemuan mengejutkan ini lalu dikaitkan dengan teori konspirasi populer yang menyebutkan bahwa banyak rahasia tersembunyi di bawah permukaan es di Antartika.

Mengutip Daily Star, teori konspirasi ini percaya bahwa Antartika ini menyimpan peradaban kuno yang tersembunyi di bawah es yang menebal.

Bukan sekali, para ilmuwan dan penganut teori konspirasi beberapa kali menggunakan banyak hal untuk membuktikan pemikirannya ini.

Pemetaan Google Earth lalu dilakukan berkali-kali hingga akhirnya bangunan misterius di Antartika ini ditemukan. Nampak melalui Google Earth, sebuah bangunan berbentuk kotak yang muncul dari es Antartika.

Google Earth. (Google Earth)

Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, akibatnya banyak analisa yang muncul terkait penemuan bangunan misterius di Antartika tersebut.

Sebelumnya, sebuah piramida misterius berjejer panjang ditemukan di tengah gempuran es di daratan Antartika. Bangunan ini mengerucut layaknya piramida misterius yang telah lama terkubur.

Banyak yang percaya jika ada peradaban purba yang terkubur dan lama kelamaan mulai muncul ke permukaan. Spekulasi lain menyebutkan bahwa ada campur tangan alien dalam pembangunan bangunan misterius ini.

Piramida misterius di Antartika. (Google Earth)

Melansir dari IFL Science, Eric Rignot yang merupakan seorang ahli sains sistem planet Bumi dari University of California menjelaskan bahwa piramida misterius tersebut hanyalah pegunungan biasa yang kebetulan berbentuk piramida.

Bentuk ini bisa saja terjadi, mengingat alam mempunyai caranya sendiri dalam membentuk sebuah alam menjadi wujud tertentu.

Penelitian lebih lanjut tetap dilakukan untuk mengungkap kemunculan bangunan misterius di Antartika ini. Berharap di kemudian hari, jawaban dari hal ini segera ditemukan untuk menutup berbagai spekulasi terkait teori konspirasi,