Senin, 21 September 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 24 Maret 2020 | 07:00 WIB

Hitekno.com - Di laut dalam, spons laut terkenal sebagai organisme yang kalem dan "jarang bergerak". Penelitian terbaru dari ilmuwan justru berhasil merekam sebuah momen ketika spons laut terlihat "bersin" di depan kamera.

Para ilmuwan dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) menggunakan rekaman times-lapse selama 30 tahun mengenai sebuah kehidupan laut dalam yang ada di Station M.

Itu adalah sebuah tempat penelitian yang berada di 4.000 meter bawah laut, sekitar 220 kilometer lepas pantai California Tengah, Amerika Serikat.

Hewan-hewan dasar laut yang ada di sana diamati oleh ilmuwan untuk penelitian ilmiah.

Seorang ilmuwan MBARI bernama Amanda Khan justru menemukan sebuah keanehan pada spons laut dalam yang terekam kamera.

Spons laut dalam yang dijuluki spons kaca laut. (NOAA)

"Semua orang menonton teripang dan bulu babi yang mengendus-endus di dasar laut, tetapi aku memperhatikan spons. Dan tiba-tiba kemudian ukuran spons berubah," kata Amanda Khan.

Makhluk yang disebut peneliti sebagai spons kaca laut tampak "bersin" selama 3 hari.

Disebut sebagai spons kaca laut karena struktur kerangka mereka terbuat dari kaca silika.

Ini adalah pertama kalinya spons kaca laut yang dikenal statis menujukkan perilaku yang disamakan oleh ilmuwan sebagai seseorang yang bersin.

Hanya spons air tawar yang diketahui dapat melakukan gerakan "bersin" untuk merespon kondisi lingkungannya.

Dalam studi sebelumnya, spons air tawar tampaknya teriritasi oleh partikel-partikel di air sekitarnya yang telah mereka saring untuk dimakan, memicu mereka untuk mengeluarkan partikel-partikel itu.

Dikutip dari IFLScience, peneliti masih menyelidik respon apa yang menyebabkan spons kaca laut terlihat bersin di laut dalam.

"Laut dalam adalah tempat yang dinamis, tetapi itu beroperasi pada skala waktu yang berbeda dan penuh dengan rangsangan yang berbeda dari dunia kita. Kami belum tahu respon apa yang spons laut itu tanggapi, tetapi kita berencana untuk melakukan penelitian yang lebih dalam," tambah Amanda Khan.

Spons kaca laut (Hyalonema) di laut dalam menarik perhatian peneliti karena mereka juga mempunyai bentuk yang unik, mirip bunga tulip yang mekar.