Jum'at, 04 Desember 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 30 Maret 2020 | 07:00 WIB

Hitekno.com - Para peneliti dan arkeolog di Leeds, Inggris menemukan lebih dari 600 botol bir beracun pada sebuah lokasi yang diyakini sebagai bekas tempat pembuatan bir kuno era Victoria. Ditumpuk rapi di bawah tangga ruang bawah tanah, ilmuwan menemukan bahwa bir tersebut mengandung konsentrasi timbal yang berbahaya.

Botol-botol bir itu ditemukan di bawah sisa-sisa bekas Scarborough Castle Inn, di ruang bawah tanah Tetley Brewery.

Sebagai referensi, Tetle Brewery adalah sebuah tempat pembuatan bir kuno Inggris yang didirikan pada tahun 1822.

Ilmuwan yang tergabung dalam Archaeological Services WYAS meneliti lebih dalam kandungan bir berumur lebih dari 120 tahun itu.

Tempat pembuatan bir Tetley sendiri sudah ada sejak era Victoria, tetapi situs itu sendiri sudah ada sejak Abad Pertengahan Inggris.

Ratusan botol bir beracun ditemukan pada ruangan kuno bawah tanah di Leeds, Inggris. (Archaeological Services WYAS)

 

Menurut keterangan dari akun Facebook Archaeological Services WYAS, awalnya peneliti mengasumsikan bahwa botol-botol tersebut terkandung bir jahe (ginger beer).

Namun setelah diteliti lebih dalam, itu bukan bir jahe seperti dugaan sebelumnya, melainkan bir yang sebenarnya.

Cukup mengagetkan, bir tersebut mengandung kadar timbal tinggi.

Botol-botol bir beracun ini diprediksi oleh ilmuwan berasal dari tahun 1880-an.

Itu berarti botol bir beracun tersebut telah berumur setidaknya 140 tahun.

Ilmuwan meneliti kandungan dari bir beracun kuno. (Facebook/ Archaeological Services WYAS)

 

Dilansir dari Gizmodo, penelitian menemukan bahwa bir mempunyai pH 5,07 (menunjukkan tingkat keasaman) dan kandungan alkohol 3 persen, sehinga termasuk bir ringan.

Konsentrasi timbal diukur pada 0,13 mg/l, yang jauh di atas tingkat maksimum yang dapat diterima sebesar 0,01 mg/l (standar WHO).

"Bir ini akan merusak kesehatan. Kami menduga ini adalah hasil dari air yang berasal dari pipa timbal," kata peneliti yang tergabung dalam Archaeological Services WYAS.

Tempat penggalian yang dipercaya sebagai situs kuno sejak Abad Pertengah di Inggris. (Archaeological Services WYAS)

 

Pipa timbal paling sering digunakan di Inggris selama era Victoria , namun kini sudah tidak digunakan dalam mengalirkan air minum seiring kesadaran bahaya timbal yang meningkat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menjelaskan bahwa kelebihan konsumsi timbal pada anak-anak dapat menyebabkan masalah perilaku dan pembelajaran, IQ rendah, hiperaktif, pertumbuhan melambat, dan anemia.

Pada orang dewasa, konsumsi timbal melebih batas aman menyebabkan masalah kardiovaskular, melemahnya ginjal, dan masalah kesuburan pada wanita dan pria.

Ratusan bir beracun ini tidak akan dikonsumsi dan hanya akan dipajang sebagai peninggalan sejarah di lokasi bekas pabrik Tetley Brewery.

BACA SELANJUTNYA

Ilmuwan Klaim Bisa Ciptakan Berlian lewat Rekayasa Suhu Kamar