hitekno.com - Pada akhir April dan awal Mei 2020 nanti para astronom mengatakan akan adanya fenomena langit menarik yang bisa diamati, yaitu komet C/2019 Y4 atau dikenal sebagai komet ATLAS.
ATLAS sendiri adalah akronim Asteroid Terrestrial-Impact Last Alert System. Sebuah penelitian berbasis di Hawaii yang difokuskan untuk mendeteksi benda-benda kecil di dekat Bumi, beberapa minggu sebelum benda langit itu berdampak pada Bumi.
Laporan terbaru dari laman Space.com, komet ATLAS telah pecah menjadi potongan-potongan kecil. Menurut astrofisikawan Gianluca Masi, pendiri dan direktur Virtual Telescope Project di Italia, bagian inti atau nukleus komet ATLAS telah hancur dan terbagi dalam empat fragmen besar.
Dalam gambar yang diunggah Virtual Telescope Project melalui Space.com terlihat kepingan komet yang hancur. Meski begitu, kehancuran komet bukanlah hal langka. Pecahnya disebabkan tak lain karena komposisi objek itu sendiri.
Komet merupakan objek es sehingga ketika terkena sinar Matahari, akan cepat menguap. Penguapan itu akan membuat rotasinya menjadi lebih cepat dan menjadi penyebab bisa pecah.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?