hitekno.com - Baru-baru ini, ilmuwan mengungkap telah menemukan lubang ozon baru yang menganga di atas Arktika atau Kutub Utara. Sempat menimbulkan kekhawatiran, laporan terbaru menyebutkan bahwa lubang ozon tersebut telah tertutup.
Saat pertama kali ditemukan, lubang ozon ini sebesar tiga kali ukuran Greenland dan telah berada di atas Kutub Utara selama hampir satu bulan lamanya. Lubang ozon ini lalu menyabet sebutan sebagai lubang ozon terbesar yang pernah terdeteksi.
Setelah dipantau secara serius dalam waktu yang lama, para ilmuwan dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) membuat laporan terbaru dan menyebut bahwa lubang ozon ini akhirnya tertutup.
Mengutip dari Live Science, CAMS menyebutkan bahwa lubang ozon di Kutub Utara yang sebelumnya menganga akhirnya tertutup dengan sendirinya. Kabar baik ini lalu menjadi udara segar bagi Bumi secara keseluruhan.
Seperti yang diketahui, lapisan ozon di bagian atmosfer Bumi ini bertugas untuk melindungi planet Bumi dari radiasi ultraviolet. Jika lapisan ozon ini terbuka, maka Bumi tentu akan merasakan paparan radiasi.
Angin ini yang lalu menciptakan sebuah sangkar melingkar yang terbentuk dari udara dingin dan mengarah membentuk awan di wilayah tersebut.
Awan-awan hasil polusi dan mengandung klorin serta bromin ini lalu menjadi momok dan mengganggu gas ozon di sekitarnya. Hal ini yang lalu menimbulkan lubang ozon yang berukuran besar di Kutub Utara.
Tidak dapat dipungkiri bahwa tertutupnya lubang ozon ini juga karena bantuan perjanjian internasional Protokol Montreal yang dikeluarkan pada tahun 1987. Protokol Montreal ini digagas untuk melarang penggunaan zat CFC yang menjadi penyebab lubang ozon.
Para ilmuwan menilai bahwa menutupnya lubang ozon di Kutub Utara ini menjadi kabar baik di tengah banyaknya kabar buruk yang terjadi belakangan ini.
Berita Terkini
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?
-
Gerhana Bulan 7-8 September 2025: Jam, Lokasi, dan Cara Menyaksikannya di Indonesia