Selasa, 02 Juni 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 14 Mei 2020 | 07:30 WIB

Hitekno.com - Pada awal Mei 2020, warga di sekitar pantai California Selatan, Amerika Serikat berhasil menyaksikan dan merekam pemandangan ketika lumba-lumba dan pantai menjadi bercahaya biru. Efek cahaya biru itu ditimbulkan oleh bioluminesensi dari organisme laut.

Sebagai informasi spesies ganggang yang disebut dinoflagellata telah mekar (blooming) sejak Maret 2020.

Pada siang hari, dinoflagellata berduyun-duyun ke permukaan laut untuk menangkap sinar Matahari.

Jumlah mereka cukup besar yaitu sebanyak 20 juta sel per liter air.

Sel-sel "tabir surya" mengeluarkan warna cokelat kemerahan yang dikenal sebagai "gelombang merah".

Lumba-lumba ini tampak bercahaya biru karena efek bioluminesen. (YouTube/ Patrickc_la)

Namun saat kondisi mulai gelap, organisme ganggang ini memancarkan cahaya biru sehingga menciptakan pemandangan yang memukau.

Meskipun tidak semua gelombang merah menghasilkan bioluminesensi, peristiwa yang terjadi baru-baru ini di California telah menjadi salah satu yang terbesar di daerah tersebut dalam waktu sekitar satu dekade terakhir.

Terlepas dari lockdown selama masa pandemi, banyak warga berhasil menonton pemandangan menakjubkan meski mereka juga diperingatkan untuk melakukan social distancing.

Fotografer dan videografer bernama Patrick Coyne berhasil merekam lumba-lumba yang tampak bercahaya ketika berenang di antara dinoflagellata.

Sementara Los Angeles County Sheriff’s Department juga mengabadikan efek cahaya biru saat mereka berpatroli.

Tak ketinggalan, Louis Cole (@funforlouis), seorang travel vlogger juga menikmati dan merekam momen ketika mereka berenang dengan cahaya biru di sekeliling mereka.

Dikutip dari IFLScience, beberapa organisme ganggang yang menyebabkan "gelombang merah", terutama di Mediterania, merupakan berita buruk bagi kehidupan laut karena disebabkan oleh spesies yang menghasilkan racun yang mematikan atau berbahaya.

Sementara di California, sebagian besar ganggang yang mekar sebenarnya tidak berbahaya dan bahkan bermanfaat karena menyediakan makanan untuk makhluk laut.

Menurut ahli bioluminesensi, Michael Latz dari Scripps Institute of Oceanography, efek cahaya biru berkaitan dengan mekarnya (blooming) fitoplankton yang distimulasi oleh curahan nutrisi.

"Beberapa kondisi mekar (blooming) fitoplankton distimulasi oleh curahan nutrisi. Sementara beberapa dari Lingulodinium polyedra (dinoflagellata) dikaitkan dengan kondisi kolom air yang naik," kata Michael Latz.

Efek cahaya biru sangat menarik untuk ditonton, apalagi ketika kita bisa melihat aksi lumba-lumba yang ikut bercahaya karena berenang di antara organisme laut tersebut.