hitekno.com - 65 juta tahun yang lalu, asteroid besar menjadi oknum yang bertanggung jawab atas kepunahan dinosaurus dari muka Bumi. Dalam penelitian terbaru, ilmuwan mengungkap bahwa asteroid pembunuh dinosaurus ini memicu tsunami besar pada saat itu.
Pada saat terjadi, asteroid pembunuh dinosaurus ini menyebabkan terjadinya tsunami dengan tinggi mencapai satu mil dan menyebabkan tsunami besar di hampir seluruh dunia.
Mengutip Live Science, asteroid pembunuh dinosaurus bernama chicxulub ini memiliki ukuran 14 kilometer yang langsung saja sukses membunuh para dinosaurus yang hidup pada masa itu.
Dalam sejarah modern, Molly Range menyebutkan bahwa tsunami dengan tenaga seperti itu sama sekali belum pernah terjadi. Saat menyapa Bumi, asteroid pembunuh dinosaurus ini mendarat di Teluk Meksiko.
Dari lokasi tersebut, menghitung deformasi skala besar pada kerak Bumi yang membentuk kawah akibat datangnya asteroid pembunuh dinosaurus ini nampak terjadi gelombang besar dari ledakan air dari gelombang ejecta yang kembali ke air.
Pada lokasi di Teluk Meksiko, air bergerak dengan kecepatan 89 mph atau 143 kilometer per jam dalam 24 jam pertama. Dampak tsunami tersebut lalu menyebar dari Teluk Meksiko hingga Atlantik dan seluruh perairan di Amerika Tengah.
Gelombang awal dari tsunami akibat asteroid pembunuh dinosaurus diprediksi setinggi 1,5 mil. Di Pasifik Selatan dan Atlantik Utara, gelombang air mencapai ketinggian maksimum 46 kaki atau 14 meter.
Menjadi penemuan penting setelah 65 juta tahun berlalu, penelitian mengenai tsunami besar akibat hantaman asteroid pembunuh dinosaurus ini terus dilakukan untuk mengungkap hal-hal lain yang terjadi di masa lalu.
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?