Agung Pratnyawan
Wahana Antariksa Eropa Sukses Mendekati Matahari, Ini yang Dilakukan

hitekno.com - Badan antariksa Eropa atau ESA, telah meluncurkan Satelit Solar Orbiter (SolO) yakni wahana antariksa yang digunakan dalam penelitian Matahari.

Wahana antariksa Eropa ini telah sukses menyelesaikan jalur pendekatan pertamanya ke Matahari pada 15 Juni kemarin.

Kini Satelit Solar Orbiter tersebut berada 77 juta km dari permukaan Matahari. Jarak yang sangat dekat dengan pusat tata surya kita ini.

Solar Orbiter yang diluncurkan pada 10 Februari 2020 ditujukan untuk melakukan pengukuran terperinci heliosfer, angin Matahari, dan melakukan pengamatan dekat dari wilayah kutub Matahari.

Pengorbit Matahari itu diharapkan untuk mengambil gambar terdekat dari Matahari yang akan diterbitkan dalam waktu sekitar satu bulan. Selama beberapa minggu ke depan, semua instrumen ilmiahnya juga akan diuji.

Solar Orbiter kini telah memasuki fase pelayaran yang akan berlangsung hingga November 2021. Wahana antariksa itu akan melewati Venus dan Bumi beberapa kali hingga ditempatkan pada orbit dengan jarak dekat 42,5 juta km pada Matahari.

"Ini pertama kalinya instrumen kami beroperasi pada jarak yang sangat dekat dari Matahari, memberikan kami wawasan unik tentang struktur dan komposisi angin Matahari," kata Yannis Zouganelis, wakil ilmuwan proyek Solar Orbiter.

Solar Orbiter tidak akan berada dalam jarak yang sangat dekat pada Matahari seperti Parker Solar Probe milik NASA, tetapi Solar Orbiter dengan kelengkapan kamera akan menjadi instrumen terdekat pernah dikirim ke arah Matahari.

Itulah perjalanan wahana antariksa Solar Orbiter milik ESA yang sukses mendekati Matahari. Yang nantinya akan melakukan penelitian pada Matahari. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).