Rabu, 08 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 23 Juni 2020 | 18:15 WIB

Hitekno.com - Dua hari terakhir netizen Twitter dihebohkan dengan penampakan paus pembunuh (killer whale) yang muncul di perairan Biak, Papua. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti bahkan ikut berkomentar dan menitipkan pesan kepada Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi tersebut.

Pengguna Twitter dengan akun bernama @susenos membagikan video menakjubkan mengenai penampakan seekor paus pembunuh (Orcinus orca) yang berada di perairan Samber, Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Indonesia.

Akun @susenos bahkan me-mention akun Twitter milik Susi Pudjiastuti untuk menanyakan terkait keberadaan paus pembunuh di perairan Indonesia.

"Selamat pagi ibu @susipudjiastuti saya mau tanya apa Orca bisa datang ke perairan tropis Indonesia? ini saya rekam kemarin siang bu di perairan Kampung Samber, Kab. Biak Numfor," cuit @susenos.

Video dan cuitan dari @susenos berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 14 ribu Retweet dan 35 ribu Like.

Tak disangka, cuitan dari @susenos mendapatkan balasan langsung dari Susi Pudjiastuti.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti juga ikut menitipkan pesan penting ke Presiden Jokowi.

"Bisa kalau lingkungannya memungkinkan, banyak makanan. Semoga kapal-kapal raksasa asing tidak akan pernah diizinkan kembali oleh Pak Presiden supaya Indonesia lautnya tetap sehat dan kaya," cuit Susi Pudjiastuti.

Video yang diunggah oleh @susenos mendapatkan tanggapan dari Susi Pudjiastuti. (Twitter/ susipudjiastuti)

Tak banyak yang tahu, ternyata paus pembunuh juga mempunyai deretan fakta unik.

Berikut fakta unik paus pembunuh, hewan mamalia super besar yang mendiami hampir semua samudera di dunia:

1. Punya Ukuran Super Jumbo

Paus pembunuh dan anaknya. (Pixabay/ skeeze)

Paus pembunuh mempunyai struktur morfologi yang sangat besar dan kuat.

Untuk ukuran terbesar, sirip punggung hewan ini bisa mencapai hingga 1,8 meter.

Paus pembunuh jantan dapat tumbuh dari 6-8 meter dengan berat lebih dari 6 ton sedangkan sang betina punya ukuran lebih kecil yaitu 5-7 meter dengan berat 3-4 ton.

2. Predator Puncak di Samudera

Paus pembunuh hidup secara berkelompok. (Pixabay/ djmboxsterman)

Paus pembunuh mempunyai makanan yang beragam di mana mereka dinobatkan sebagai predator puncak di laut.

Sebagian dari mereka memakan ikan, sementara sebagian lainnya berburu mamalia laut seperti anjing laut dan spesies lumba-lumba lain.

Mereka juga suka menyerang paus balin dan anaknya (paus yang suka memakan plankton, ikan kecil dan krill).

Bahkan dalam beberapa kasus, paus pembunuh memangsa hiu berukuran jumbo sekalipun.

3. Bukan Ancaman bagi Manusia

Paus pembunuh sering dijadikan hewan favorit di taman hiburan laut. (Pixabay/ xanio)

Meski terdengar kejam, namun paus pembunuh bukanlah hewan yang suka menyerang manusia di laut.

Tidak ada serangan fatal terhadap manusia yang pernah didokumentasikan secara ilmiah.

Namun, terdapat beberapa kasus paus pembunuh yang melukai pelatih hingga menewaskan mereka di taman hiburan laut (terutama pada hewan dengan tingkat stres tinggi).

4. Hidup di Berbagai Lingkungan Laut.

Paus pembunuh menyukai lingkungan yang dingin. (Pixabay/ Digital Designer)

Mereka dapat ditemukan pada sebagian besar Samudera di dunia di mana mereka menyukai lingkungan yang dingin.

Paus pembunuh bisa ditemukan pada perairan Kutub Utara, Antartika, hingga ke laut tropis.

Tak hanya di Laut Baltik dan Laut Hitam mereka juga bisa pada beberapa daerah di Samudera Arktik .

5. Termasuk Hewan yang Dilindungi

Paus pembunuh punya ukuran sirip punggung yang besar. (Pixabay/ Eveline de Bruin)

Dikutip dari Wikipedia bersumber pada data dari IUCN, paus pembunuh termasuk hewan yang masuk dalam kategori Data Deficient atau Kekurangan Data mengingat jumlah pasti dari populasi paus pembunuh masih belum spesifik.

Namun beberapa populasi lokal paus pembunuh masuk dalam kategori Terancam Punah.

Pada tahun 2005, pemerintah Amerika Serikat mendaftarkan beberapa spesies paus pembunuh sebagai populasi yang terancam punah di bawah Endangered Species Act.

Menurut NMFS (National Marine Fisheries Service), perkiraan jumlah populasi paus pembunuh hingga tahun 2006 mencapai 25.000 di Antartika, 8.500 di perairan Pasifik tropis, 2.250-2.700 di lepas pantai timur Laut Pasifik dan 500-1500 di Norwegia.

Beberapa populasi lokal dianggap terancam atau hampir punah karena penipisan mangsa, hilangnya habitat , polusi (oleh PCB ), penangkapan untuk taman mamalia laut , dan konflik dengan manusia (terkait penangkapan ikan yang berlebihan).

Itulah tadi 5 fakta menarik mengenai paus pembunuh, sangat menakjubkan bukan?