Minggu, 27 September 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 07 September 2020 | 06:00 WIB

Hitekno.com - Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) makin pesat, dan merambah berbagai macam lini. Termasuk dalam memprediksi adanya kedatangan badai.

Berawal dari beberapa wilayah Amerika Serikat bagian selatan kerap menjadi langganan badai, para ilmuwan tergerak untuk bisa mengembangkan teknologi yang bisa memprediksinya.

Para ilmuwan tergerak mengembangkan teknologi yang mampu memperkirakan kedatangan badai, termasuk dengan mengoptimalkan penggunaan AI.

Dalam makalah baru yang diterbitkan di Geophysical Research Letters, para ilmuwan menggunakan data yang dikumpulkan oleh satelit NASA agar bisa menjelaskan algoritma AI dapat menemukan tanda-tanda terjadinya badai.

Para ilmuwan bekerja sama dengan Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA, untuk mengasah beberapa variabel utama yang dapat dicari oleh algoritma AI untuk membuat prediksi yang akurat.

Ilustrasi badai. (Shutterstock)

Hasilnya, para peneliti telah menentukan bahwa lonjakan curah hujan di dekat inti badai adalah indikator yang paling akurat untuk menandai akan adanya badai besar.

Selain itu, intensitas badai dapat dinilai sebagian dari jumlah air es yang ada dalam formasi awan badai yang kuat. Semakin kuat angin, semakin besar kemungkinan air terbawa cukup tinggi untuk berubah menjadi es.

Kabar baiknya, algoritma seperti itu bisa dideteksi oleh satelit NASA, dan memasangkan satelit tersebut dengan program AI untuk bertindak sebagai pengawas agar menghasilkan sistem peringatan dini.

Dalam pengujiannya, para ilmuwan menyebut bahwa teknologi AI memiliki akurasi antara 40 persen hingga 200 persen, dibandingkan dengan metode intensifikasi.

Namun untuk saat ini, para ilmuwan masih harus melakukan sejumlah penyempuranaan agar teknologi AI ini segera diimplementasikan.

Itulah pengembangan teknologi AI yang digunakan dalam memprediksi kedatangan badai. Meski belum sempurna, namun akan membantu di masa depan. (Suara.com/ Tivan Rahmat).