Rezza Dwi Rachmanta
Ilmuwan Temukan Reaksi Fisi Nuklir "Berkobar" Lagi di Reruntuhan Chernobyl

hitekno.com - Bencana Chernobyl pada 1986 termasuk kecelakaan reaktor nuklir terburuk dalam sejarah. Jauh di dalam lubang reruntuhan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, ilmuwan menemukan bahwa reaksi fisi nuklir mulai berkobar lagi.

Ilmuwan Ukraina dari Institute for Safety Problems of Nuclear Power Plants (ISPNPP) baru-baru ini mendeteksi jumlah neutron sangat tinggi yang berasal dari ruangan tertentu.

Dilansir dari IFLScience, ruangan tersebut diketahui tidak dapat diakses oleh manusia kecuali dengan bantuan alat atau robot.

Seorang ilmuwan nuklir menganalogikan reaksi tersebut seperti bara api yang tertinggal. "Ini seperti bara api di lubang barbekyu," kata Neil Hyatt seorang profesor ilmu dan teknik bahan nuklir di Universitas Sheffield kepada Science Magazine.

Ketika bencana nuklir terjadi pada 26 April 1986, sebagian besar isi inti reaktor Unit Empat meleleh dalam panas yang sangat menyengat. Itu menyebabkan sekitar 170 ton uranium teriradiasi membanjiri ruang bawah tanah aula reaktor di mana ia akhirnya didinginkan dan mengeras, seperti lahar beku.

Meskipun penampungan awal dipasang di atas aula reaktor tidak lama setelah bencana, air hujan masih merembes ke daerah yang bermasalah.

Kehadiran air meningkatkan tingkat fisi karena memperlambat neutron dan meningkatkan peluang mereka untuk menabrak dan membelah inti uranium.

Penyebab reaksi nuklir tidak sepenuhnya dipahami, tetapi hal itu menimbulkan beberapa kemungkinan yang agak mengkhawatirkan. Hingga saat ini, ilmuwan masih memikirkan cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Salah satu rencananya adalah menggunakan robot untuk mengebor lubang ke dalam slop radioaktif yang mengeras dan memasukkan batang boron.

Itu diharapkan secara efektif bertindak sebagai batang kendali di dalam reaktor dan mengurangi jumlah neutron yang terlempar. Ilmuwan Ukraina juga masih menyusun strategi terkait bagaimana mereka membuang limbah nuklir secara aman.