Rabu, 24 April 2024
Amelia Prisilia : Sabtu, 24 September 2022 | 15:49 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Baru-baru ini, warga yang tinggal di lepas pantai Australia dibuat geger dengan penemuan hiu yang memiliki senyum mirip manusia. Hiu laut dalam ini nampak memiliki mata melotot, diduga kuat hewan tersebut terseret ombak hingga tiba di pesisir pantai tersebut.

Berdasarkan laporan dari Live Science, foto penemuan ikan hiu laut dalam dengan senyum mirip manusia ini diunggah oleh nelayan bernama Trapman Bermagui beberapa waktu lalu. Dirinya mengaku menemukan hewan tersebut di lepas pantai New South Wales, Australia.

Terlihat dari fotonya, ikan hiu ini memiliki permukaan kulit yang kasar dengan moncong runcing serta mata yang besar. Bagian mulut hiu ini nampak seperti manusia yang sedang tersenyum.

Trapman Bermagui menyebut bahwa ikan hiu dengan senyum mirip manusia ini bukanlah monster. Diduga kuat, hewan ini berasal dari spesies dogfish yang dikenal dengan nama Endeavour Dogfish.

Christopher Lowe yang adalah direktur lab hiu di California State University menyebut bahwa hewan ini diduga adalah hiu layang-layang atau Dalatias Licha yang biasanya hidup di perairan Australia.

Ilustrasi hiu putih besar. (Pixabay/ skeeze)

Pendapat berbeda disampaikan oleh Dean Grubbs yang adalah ahli biologi kelautan dari Florida State University. Menurutnya, hiu tersebut adalah dogfish yang memiliki kulit kasar. Hiu ini masuk dalam keluarga Centroscymnus Owstonii.

Seorang ilmuwah perikanan di Institut Nasional Penelitian Air dan Atmosfer di Selandia Baru menyebut bahwa hiu laut dalam tersebut kemungkinan adalah hiu gulper yang selama ini menjadi buruan para nelayan.

Sayangnya, spekulasi-spekulasi ini membutuhkan penelitian lebih lanjut guna mengungkap spesies hiu dengan senyum mirip manusia yang ditemukan di perairan Australia ini.

BACA SELANJUTNYA

Link Live Streaming Piala Dunia 2022 Australia vs Denmark, Perebutan Tiket Babak 16 Besar