Rabu, 29 Mei 2024
Agung Pratnyawan : Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:54 WIB

Hitekno.com - Starlink, perusahaan yang dikepalai Elon Musk ini telah mengorbitkan banyak satelit untuk layanan internet mereka. Bahkan saking banyaknya, astronom sampai mengkhawatikan kalau bisa membahayakan penerbangan.

Sebagai diketahui, satelit Starlink diorbitkan dalam rangkam memberikan layanan internet bradband secara global dengan menjangkau berbagai negara. 

Dengan ratusan bahkan ribuan satelit, layanan internet broadband Starlink ini bisa menjangkau berbagai tempat. Bahkan bisa menyeluruh hampir semua permukaan Bumi.

Namun, para astronom telah memperingatkan terhadap peluncuran satelit milik Elon Musk, selama bertahun-tahun.

Paling baru, seorang profesor menyebutkan kalau satelit tingkat rendah bisa bersentuhan dengan pesawat komersial.

Andy Lawrence, Profesor Regius Astronomi di Universitas Edinburgh, menyarankan jumlah satelit di ruang angkasa pasti akan menyebabkan tabrakan.

Jika sampai terjadi, dari sana akan ada banyak puing-puing tabrakan yang bisa menghujani Bumi.

Ilustrasi satelit Starlink yang akan saling terhubung. (University College London/ Mark Handley)

Sementara sebagian besar akan terbakar di atmosfer, beberapa akan melewatinya dan bahkan sebagian kecil bisa menjatuhkan sebuah pesawat.

"Itu akan terjadi suatu saat nanti," katanya kepada The Sun.

Menurut dia, ada begitu banyak sampah, sesuatu akan menabrak pesawat dan 300 orang akan terbunuh, kecuali kita benar-benar berhati-hati.

"Mereka mengatakan bahwa mereka memiliki algoritme AI untuk menghindari tabrakan dan mereka memastikan satelit lama terbakar, jadi kami harus mempercayai mereka bahwa itu selalu berhasil, dan itu tidak akan berhasil," jelas Andy Lawrence.

Pada akhirnya, Elon Musk ingin menempatkan 40.000 satelit Starlink ke luar angkasa.

Saat ini, ada lebih dari 3.000 yang berputar-putar di atas kepala kita dan SpaceX memiliki izin untuk meluncurkan 9.000 lagi.

Pada 2019, perusahaan mengajukan permintaan untuk meluncurkan 30.000 lagi. Puing-puing dari pesawat ruang angkasa pribadi telah berhasil turun ke Bumi sebelumnya.

Mick Miners bersama sampah antariksa SpaceX yang jatuh ke lahan pertaniannya. (New York Post/ Mick Miners)

Pada Agustus lalu, potongan tiga meter dari puing-puing SpaceX yang seharusnya jatuh ke laut mendarat di sebuah peternakan di Australia.

Starlink memang memiliki manfaat yang sangat besar – seperti memberikan komunikasi kepada masyarakat Ukraina.

Tetapi Profesor Lawrence mengatakan, lebih banyak perhatian perlu dilakukan.

"Jika Anda memiliki sesuatu yang tidak terbakar sepenuhnya saat turun, maka ada benda yang menghujani atmosfer," katanya dilansir laman Metro.uk, Rabu (19/10/2022).

Profesor Lawrence telah menerbitkan sebuah buku berjudul Losing The Sky tentang masalah ini.

Dia mengatakan bahwa meskipun dia tidak ingin peluncuran satelit dihentikan, perlu ada penelitian lebih lanjut tentang efeknya.

"Sebagian besar saya katakan, demi Tuhan, pelan-pelan, mari kita lakukan studi yang tepat, mari kita cari tahu bagaimana melakukan ini sehingga kita semua bisa berbagi langit," katanya.

Itulah kekhawatiran para astronom soal ribuan satelit Starlink yang bisa membahayakan pesawat hingga potensi Bumi dihujani puing sisa tabrakan. (Suara.com/ Dythia Novianty)

BACA SELANJUTNYA

Telco X: "X" terbaru yang dibawa Elon Musk ke Indonesia?