Jum'at, 21 Juni 2024
Agung Pratnyawan : Minggu, 25 September 2022 | 15:45 WIB

Hitekno.com - Elon Musk siap untuk mengirimkan layanan Starlink ke Iran sebagai solusi akses internet di saat pemerintah setempat melakukan pembatasan akses.

Dikutip daari Suara.com, Pemerintah Iran telah membatasi internet usai gelombang protes meluas di negara tersebut.

Dilaporkan kalau pemerintah Iran telah memutus akses internet sejak Rabu waktu setempat, setelah meluasnya protes warga atas kematian seorang perempuan berusia 12 tahun, Mahsa Amini.

Disebutkan kalau penyebab kematian perempuan tersebut diduga dilakukan polisi, seperti dilansir dari Gadgets360, Minggu (25/9/2022).

Jumat kemarin, Elon Musk telah mengisyaratkan bahwa dirinya bakal menyediakan layanan satelit Starlink agar tersedia di Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengutarakan soal memajukan kebebasan internet dan arus informasi bebas bagi rakyat Iran melalui akun Twitternya.

Dari sana ia mengeluarkan Lisensi Umum (General License) untuk memberi mereka akses internet yang lebih besar ke komunikasi digital, untuk melawan penyensoran yang dilakukan pemerintah Iran.

Elon Musk. (YouTube/ The Boring Company)

Dari cuitan tersebut, bos Tesla dan SpaceX itu kemudian membalas 'Activating Starlink'. Atau dengan kata lain, Elon Musk siap menggunakan Starlink untuk memberikan akses internet.

Demonstran Iran sendiri menuntut hak-hak dasar kebebasan dan menggelar protes menentang aturan berpakaian wajib, termasuk wajib mengenakan jilbab.

Protes di Iran meletus akhir pekan lalu setelah Mahsa Amini meninggal menyusul penahanannya oleh polisi moral Iran.

Dia meninggal beberapa hari setelah mengalami koma saat ditahan atas tuduhan melanggar undang-undang terkait jilbab.

Awal pekan ini, anggota parlemen dari New York dan New Jersey telah mendesak Departemen Keuangan AS, untuk memberikan persetujuan jika SpaceX meminta izin lisensi untuk menyediakan layanan internet di Iran.

SpaceX sendiri telah mengerahkan Starlink dalam situasi darurat, contohnya di Ukraina, setelah Rusia menginvasi.

Mereka juga mengirim bantuan di kepulauan Pasifik Selatan Tonga setelah letusan gunung berapi.

Kita nantikan saja apakah akses internet Starlink yang dikirimkan Elon Musk ke Iran bisa digunakan. (Suara.com/ Dicky Prastya)

BACA SELANJUTNYA

Perbaiki Jangkauan Sinyal di Daerah Terpencil, Inggris akan Kerahkan Satelit