Kamis, 22 Februari 2024
Amelia Prisilia : Senin, 19 Desember 2022 | 18:12 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Beberapa waktu yang lalu, sebuah surat edaran larangan keluar rumah pada 21 Desember 2022 santer beredar secara online. Menanggapi rumor ini, Lapan secara resmi memberikan tanggapannya melalui akun Instagram resmi @lapan_ri.

Video larangan keluar rumah pada 21 Desember 2022 ini ramai beredar di TikTok. Pengumuman tersebut berisi larangan untuk keluar malam pada tanggal tersebut. Alasan larangan ini rupanya karena fenomena solstis yang terjadi.

Tidak tinggal diam, Lapan melalui akun resminya menyebut bahwa edaran tersebut adalah hoax. Walaupun begitu, fenomenas solstis akan terjadi pada 21 Desember 2022 mendatang,

Lapan menyebut bahwa fenomena solstis adalah kejadian astronomis biasa yang berkaitan dengan titik balik Matahari. Secara ilmiah, solstis adalah peristiwa saat Mataharu berada di sisi Utara atau Selatan saat mengalami gerak semu tahunnya.

Hal ini berpengaruh pada ekuator langit seperti khatulistiwa Bumi. Peristiwa solstis ini terjadi sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.

Ilustrasi matahari. (pixabay/Imaresz)

Penyebab peristiwa solstis ini terjadi karena sumbu rotasi Bumi yang miring 23,44 derajat terhadap bidang tegak lurus ekliptika pada sumbu kutub utara dan selatan.

Saat Bumi melakukan rotasi dan mengorbit Matahari, Kutub Utara dan belahan Bumi bagian utara biasanya mendekat ke Matahari. Di sisi lain, Kutub Selatan dan belahan bumi bagian selatan justru menjauh dari Matahari. Momen solstis seperti ini terjadi pada bulan Juni 2022 lalu.

Kejadian berbeda terjadi untuk solstis Desember saat Kutub Selatan dan belahan Bumi selatan lebih condong ke Matahari serta Kutub Utara dan belahan Bumi utara menjauh dari Matahari.

Tidak ada yang berbahaya dari terjadinya solstis pada manusia. Lapan menyebut bahwa solstis memang mempengaruhi gerak semu harian Matahari saat terbit, kulminasi dan terbenang. Secara khusus, peristiwa ini mempengaruhi panjang sian dan malah serta pergantian musim,

Melihat hal ini, Lapan memastikan bahwa peristiwa solstis sama sekali tidak berbahaya untuk kehidupan manusia. Musibah-musibah yang mungkin terjadi di tanggal solstis terjadi sama sekali tidak berkaitan dengan hal tersebut.

Peristiwa solstis ini akan terjadi pada 22 Desember 2022 mendatang pada pukul 04.49.14 WIB atau 05.49.14 WITA atau 06.49.14 WIT mendatang.

BACA SELANJUTNYA

Link Live Streaming Gerhana Matahari Hibrida, Pengamatan Langsung dari Indonesia