hitekno.com - Menurut pendapat dari seorang analis ternama, iPhone 13 diprediksi bakal mengalami pengiriman kuat setelah perilisannya. Terlepas dari fitur baru, salah satu alasan yang mendorong iPhone 13 laku keras adalah sanksi AS terhadap Huawei.
Analis bernama Ming-Chi Kuo meyakini bahwa Apple akan memiliki penjualan yang lebih kuat untuk iPhone tidak hanya pada tahun 2021 tetapi juga pada tahun depan, yaitu 2022.
Sebagai informasi, Ming-Chi Kuo merupakan seorang analis di TF International Securities. Ia juga dikenal sebagai "leaker" produk Apple dengan tingkat akurasi bocoran cukup tinggi.
Kuo memprediksi pengiriman akan mencapai 230-240 juta hingga 250-260 juta unit pada tahun 2021 dan 2022. Dilansir dari Gizmochina, pangsa pasar smartphone Huawei telah menurun sejak perusahaan tersebut terkena sanksi dari Amerika Serikat.
Sanksi yang diberikan membuat Huawei kesulitan dalam berbisnis smartphone maupun peralatan jaringan. Perusahaan memiliki pangsa pasar 17 persen pada Q1 2020 (kuartal pertama 2020), dan langsung turun menjadi hanya 4 persen pada Q1 2021.
Laporan dari 9to5Mac, Apple diperkirakan bakal mengumumkan empat model iPhone anyar tahun ini dengan poni lebih kecil, kamera yang ditingkatkan, layar 120 Hz, dan prosesor A15 baru.
Jajaran iPhone 13 akan mencakup empat model, mirip dengan strategi yang digunakan Apple tahun lalu untuk seri iPhone 12. Bocoran iPhone 13 menunjukkan bahwa kamera pada model reguler akan memiliki desain yang sedikit baru, sementara model Pro secara eksklusif akan mempertahankan LiDAR Scanner.
Berita Terkini
-
ASUS Resmi Kenalkan PC ProArt Bertenaga NVIDIA RTX Spark
-
Daftar Harga HP Xiaomi September 2026 Resmi di Indonesia
-
4 Rekomendasi HP Realme Snapdragon untuk Multitasking Berat
-
Daftar Harga iPhone September 2026, Mana yang Paling Worth It?
-
Motorola Razr Fold Resmi Meluncur di Indonesia dengan Harga Rp 26 Jutaan