Rezza Dwi Rachmanta
HP Kamera Bawah Layar Pertama dengan SD 8 Gen 1, ZTE Axon 40 Ultra Resmi Rilis

hitekno.com - ZTE Axon 40 Ultra resmi meluncur dengan membawa segudang fitur premium. Perangkat merupakan HP kamera bawah layar pertama yang ditenagai oleh Snapdragon 8 Gen 1.

HP flasghip ini menampilkan tepi melengkung di bagian depan dan triple camera pada bagian belakang. Salah satu nilai jual utama perangkat adalah desain depannya.

Panel OLED tak memiliki punch-hole karena ZTE Axon 40 Ultra mengusung fitur kamera bawah layar atau Under Display Camera (UDC).

ZTE Axon 40 Ultra mengusung layar AMOLED 6,81 inci beresolusi Full HD+ (2480 x 1116 piksel) dengan kecepatan refresh 120 Hz. Fitur layar lainnya termasuk gamut warna DCI-P3 100 persen, warna 10-bit, kerapatan piksel 400 ppi dan sensor sidik jari.

Perangkat mengusung chipset Snapdragon 8 Gen 1 yang dipasangkan dengan RAM hingga 16 GB (LPDDR5). Perusahaan menyediakan penyimpan internal UFS 3.1 hingga 1 TB.

Beberapa fitur lain dari ponsel termasuk speaker ganda dengan dukungan DTS Ultra dan motor linier sumbu-X. Di sektor konektivitas, perangkat menawarkan dukungan dual-SIM, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.2, GPS frekuensi ganda, NFC, dan port USB-C.

ZTE Axon 40 Ultra memiliki kamera bawah layar bersensor 16 MP dengan piksel besar 2.24μm. Teknologi kamera bawah layar generasi ketiga dilengkapi dengan driver piksel independen, sirkuit transparan terdistribusi, dan chip tampilan UDC Pro khusus.

Dikutip dari Gizmochina, ZTE mengklaim bahwa teknologi UDC generasi anyar dapat menampilkan foto selfie berkualitas setara kamera depan milik HP flagship lainnya.

Sensor utama ditemani oleh kamera ultrawide Sony IMX787 64 megapiksel dan kamera periskop telefoto 64 megapiksel yang mendukung OIS. Ketiga kameranya mampu merekam video beresolusi 8K

Harga ZTE Axon 40 Ultra varian memori terendah (8GB/256GB) dibanderol sebesar 4.998 yuan atau Rp 10,1 juta. Model memori tertinggi (16GB/1TB) dapat dibeli dengan harga 7.298 yuan atau Rp 15,8 juta. ZTE Axon 40 Ultra dijual terbatas di China dan masih belum diketahui terkait ketersediaan globalnya.