hitekno.com - Netizen baru-baru ini dihebohkan dengan video mengenai HP sitaan milik siswa yang digeprek hingga mengeluarkan asap. Apakah asap dari smartphone tersebut berbahaya jika terhirup?
Seorang profesor ini menjelaskan terkait asap yang bisa timbul dari baterai lithium ion. Sebelumnya, pengguna TikTok dengan akun bernama @ffffachry membagikan momen keriuhan para siswa.
Kita bisa melihat barisan HP yang dikumpulkan pada suatu tempat. Rupanya itu merupakan HP sitaan milik para siswa.
"HP sitaan dilelang (nope). HP sitaan digeprek pakai alat potong kawat beton (yes)," tulis @ffffachry. Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 7 juta kali dan memperoleh 409 ribu tanda suka.
Para siswa nampak mengelilingi tempat HP sitaan. Terdapat alat pemotong kawat beton dan sebuah palu yang tergeletak di bagian tengah. Beberapa HP "digeprek" dengan alat pemotong kawat beton sehingga pecah dan mengeluarkan asap.
Seorang profesor fisika dan ilmu atmosfer di Universitas Dalhousie Kanada, Jeff Dahn, menjelaskan sebuah kasus ketika perangkat dengan baterai lithium berasap atau terbakar.
Kasus yang dimaksud terkait viralnya Samsung Galaxy Note 7 pada enam tahun lalu. Namun, bahaya asap dan api dari baterai lithium ion berlaku sama pada semua smartphone. Baterai tersebut sangat aman apabila pengguna smartphone menjaganya sesuai instruksi dari buku panduan.
Meski begitu, tekanan yang begitu keras, korsleting, hingga arus listrik tak terkendali dapat membahayakan baterai smartphone. Perlu diketahui, Jeff Dahn pernah bekerja di perusahaan Tesla dan fokus mengembangkan teknologi baterai.
Seorang insinyur kelistrikan dan menjabat sebagai direktur keselamatan konsumen di UL (Underwriters Laboratories), John Drengenberg, mengungkap bahwa asap dari baterai lithium sangat berbahaya.
"Hal yang harus Anda lakukan adalah tidak menghirup asap dan segera memanggil pemadam kebakaran. Seseorang yang sedang hamil, anak yang masih sangat kecil dan lansia wajib untuk menghindarinya. Ini bukan asap dari api unggun, ini reaksi kimia yang mengeluarkan bahan beracun," kata John Drengenberg.
Apabila baterai berasap dan mulai terbakar, para ahli menyarankan untuk tak menyiram dengan air. Langkah terbaik justru menaruh pasir di atasnya.
"Satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah menyingkir. Anda tidak ingin mengambilnya karena Anda bisa terluka oleh luka bakar kimia," ungkap Drengenberg menambahkan.
Namun, jika Anda memutuskan untuk memindahkan perangkat dengan tangan, dan kebetulan memiliki sarung tangan tahan api, ia menyarankan agar Anda memakai respirator untuk menghindari menghirup asapnya.
Itulah tadi penjelasan mengenai video viral HP digeprek dan bahaya dari asap yang keluar dari baterai lithium ion, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
5 TWS Bluetooth Terbaik, Awet, dan Harga Terjangkau!
-
Fujifilm Rilis instax WIDE 400 JET BLACK Warna Hitam Matte yang Elegan
-
Intip Spesifikasi dan Harga instax mini 13 Kamera Instan Analog Terbaru
-
MediaTek Dimensity 9500s dan Dimensity 8500 Resmi Meluncur Bawa Teknologi Ray Tracing
-
Region HyperOS Terbaik: Mana ROM Global Xiaomi yang Paling Layak Dipilih?