Senin, 27 Mei 2024
Cesar Uji Tawakal : Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:08 WIB

Hitekno.com - Sejumlah kelompok industri penerbangan mengajukan petisi kepada Komisi Komunikasi Federal AS untuk secara permanen membatasi beberapa sinyal 5G di sekitar bandara.

Saat ini, Verizon dan AT&T tidak menyiarkan C-band 5G di area sekitar bandara AS hingga Juli 2023 sebagai bagian dari perjanjian dengan FCC.

Dilansir dari CNET, perjanjian sementara itu dimaksudkan untuk memberi maskapai waktu untuk memastikan sinyal 5G tidak akan mengganggu peralatan pesawat, khususnya bagian yang disebut radar altimeter selama pendaratan dalam cuaca buruk.

Tetapi kelompok advokasi penerbangan, termasuk Aerospace Industries Association dan Airlines for America, bertemu dengan FCC untuk membahas membuat beberapa pembatasan permanen, seperti yang dilaporkan Light Reading sebelumnya.

Pembatasan itu, yang diuraikan dalam petisi resmi, akan mengalihkan beberapa tanggung jawab kembali ke telekomunikasi dengan, misalnya, mencegah antena 5G menunjuk 90 derajat di atas cakrawala.

Ilustrasi Pesawat Terbang di Bandara. (unsplash/Ashim D’Silva)

Mereka juga akan membuat permanen larangan saat ini pada beberapa emisi sinyal C-band khususnya dalam rentang frekuensi 4,200MHz hingga 4,400MHz.

Solusi yang diusulkan "tampaknya tidak akan membahayakan kasus penggunaan aktual operator nirkabel sambil lebih memastikan keselamatan penerbangan dan menyediakan lingkungan RF yang bisa diterapkan di mana altimeter radio masa depan dapat dirancang dan dibangun," bunyi petisi itu.

Ketika dihubungi untuk dimintai komentar, Verizon tidak membahas proposal 5G dalam petisi tersebut.

"Kami terus melakukan diskusi positif dengan Administrasi Penerbangan Federal dan FCC, dan kemajuan sedang dibuat. Kami terdorong untuk melihat maskapai penerbangan membuat kemajuan dengan masalah ini juga," bunyi pernyataan yang dikirim Verizon ke media tersebut.

AT&T tidak segera menanggapi permintaan komentar. FCC menolak berkomentar.

BACA SELANJUTNYA

Geleng-geleng Lihat V BTS Nekat Nyeker di Bandara, Netizen: Orang Ganteng Mah Bebas