Hitekno.com - Google telah meluncurkan unduhan offline untuk penerjemah bertenaga AI-nya. Hal itu bisa menjadi jawaban Google atas kompetitornya.
Seperti yang telah kita ketahui, bulan April lalu Microsoft juga meluncurkan pembaruan ke aplikasi penerjemahnya. Dengan pembaruan itu, Microsoft memberikan pengguna akses ke terjemahan bahasa berbasis kecerdasan buatan ketika mereka offline dengan mengunduh paket bahasa terlebih dahulu.
Dengan diluncurkannya teknologi ini maka Google semakin sengit bersaing dengan Microsoft. Pengguna perangkat dari Google juga dapat diuntungkan karena dengan dukungan yang bisa diakses secara offline mereka tidak perlu paket data unlimited.
Sumber: Google
Dilansir dari Cnet, pada hari Selasa lalu Google mulai meluncurkan pembaruan yang memungkinkan kamu mendapat terjemahan lebih akurat bahkan ketika kamu tidak memiliki koneksi internet.
Sekitar dua tahun yang lalu, Google memperkenalkan neural machine translation (NMT), yang meningkatkan keakuratan terjemahan.
Teknologi ini sekarang bisa diakses secara offline, dan akan berjalan di aplikasi Google Translate langsung di perangkat Android atau iOS.
Teknologi berbasis AI tersebut dapat menerjemahkan kalimat lengkap dan mengambil konteks yang lebih luas sehingga dapat mencari terjemahan yang paling relevan.
Kamu dapat mengakses terjemahan offline dengan masuk ke pengaturan menu terjemahan online dan mengetuk panah di samping bahasa yang tersedia.
Google mengatakan dalam blognya, pembaruan NMT akan diluncurkan selama beberapa hari ke depan dan akan mendukung 59 bahasa.
Baca Juga:
Apple Larang Aktivitas Cryptocurrency di Perangkatnya
Hitekno.com/ Rezza Dwi Rachmanta
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026