Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia
Curhat Pekerja di Jepang Soal Perilaku Turis Indonesia

hitekno.com - Selasa (03/07), seorang pengguna Twitter @andori membuat sebuah Thread mengenai perilaku turis Indonesia di sebuah rental kimono di Jepang.

Kisah ini ia dapat dari pengalaman pribadi temannya yang pernah bekerja di perusahaan rental kimono di Jepang.

Tempat rental yang sering didatangi oleh turis dari berbagai negara ini membuat @andori bertanya pada temannya mengenai perilaku turis.

"Dari semua turis, paling ribet berhadapan sama turis dari negara mana?" tulis @andori.

Alasannya karena turis Indonesia biasanya sesuka hati masuk ke dalam toko rental kimono tanpa melepas sepatu dan membuat ruangan menjadi kotor, padahal sudah ada tanda batas area untuk melepas sepatu.

Selain itu, banyak turis Indonesia juga yang meletakan barang mereka di lorong lantai toko padahal sudah disediakan loker masing-masing.

"Padahal udah dijelasin berkali2 simpan ke loker sendiri tp kayaknya ngira bakal ‘dilayani’ sampai urusan barang. Jadinya yauda tamu gak mungkin dimarahin, jd aku yg kena omel atasanku ahaha" tulis @andori mengenai pengakuan temannya.

Tidak berhenti disitu, turis Indonesia juga sering protes mengenai makeup yang digunakan.

Karena tradisi di Jepang yang menggunakan makeup tipis, banyak orang Indonesia terlebih Ibu-ibu yang merasa bahwa makeup-nya terlalu tipis.

"Kamu tau kan di Jepang makeupnya tipis soft gitu stylenya? Apalagi tempat rental makeupnya ya biasa aja. Banyak Ibu2 Indonesia yg protes kok makeupnya gini doang? Ada yg sampe ambil alih alat makeup MUA-nya. Yauda aku lg yg minta maaf gak enak sama MUA Jepangnya" tulis temannya mengaku.

Temannya @andori menekankan bahwa tidak semua perilaku turis Indonesia seperti itu.

Namun jika menemui banyak turis Indonesia, @andori memilih untuk berada di office daripada nantinya akan terkena omelan atasan.

Pada akhir cuitannya, @andori berharap agar kisah ini bisa menjadi self reminder untuk warga Indonesia untuk menjaga perilaku saat berkunjung ke negara lain.