hitekno.com - Sebuah video seorang penjual roti canai terbang yang diunggah oleh akun Twitter dengan username @JarrNadjmuddean pada Minggu (19/08) menjadi viral.
Video yang diunggah dari Kuala Lumpur, Malaysia ini menunjukan seorang pembuat roti canai dan dua orang pelanggannya.
Saat sedang beratraksi membuat adonan roti canai, tanpa sengaja roti yang sedang terbang tersebut malah jatuh di kepala pelanggan berkaus hitam.
Video mengenai penjual roti canai terbang ini langsung viral, sehingga membuat banyak pengguna Twitter ikut membalas dengan video-video lainnya yang serupa.
Akun Twitter @pjoe_ mengunggah seorang penjual roti canai yang sedang menerbangkan adonan rotinya berkeliling stand makanan tersebut.
Tanpa sengaja, roti tersebut mendarat di kepala seorang perempuan yang sedang duduk di depan stand makanan tersebut.
Video lainnya datang dari @Mxrijuanx. Ia mengunggah video berdurasi 3 detik saat seorang penjual roti canai sedang membuat adonannya.
Saat dilemparkan, adonan roti canai tersebut malah tersangkut di sebuah besi yang tepat berada di atasnya.
Banyak netizen yang meninggalkan komentar menanggapi video yang viral di Twitter ini.
''I cant stop laughing haha,'' tulis @nadiahhhhihi.
''Wkwkwkkw Ya Allah ini kenapa humorku receh sekali,'' komentar @nofiani1998 yang mengaku tertawa ngakak karena video ini.
''Siap mengantar sampai di kepala anda,'' tulis @dikaNurh mengenai roti canai yang nyasar sampai kepala pelanggan.
Sejak video roti canai terbang ini diunggah, sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 19.000 retweets dan 143 balasan dari sesama pengguna Twitter. Ngakak nggak kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi