hitekno.com - Wiro Sableng dikenal sebagai yang memberantas kejahatan di muka bumi. Bagaimana jadinya jika Wiro Sableng ikut menertibkan lalu lintas di jalan?
Dunia perfilman Indonesia baru saja digemparkan dengan aksi Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 yang meramaikan bioskop Indonesia pada 30 Agustus 2018 lalu. Tapi belum banyak yang tahu, Wiro Sableng ternyata juga jago menilang pelanggar lalu lintas loh.
Sebuah video kocak yang menunjukkan aksi Wiro Sableng di jalanan diunggah akun Facebook Polres Bontang pada Rabu (19/9). Dalam video kocak itu, Wiro Sableng berkolaborasi dengan Pak Eko, polisi kocak yang tengah naik daun.
Tapi tenang Sob, due maut tokoh kocak tersebut nyatanya hanya sekadar parodi dari Satlantas Polres Bontang sebagai kampanye stop pelanggaran lalu lintas.
Kisah berawal dari dua orang pengendara yang masih SMP berboncengan mengendarai motor matik tanpa helm. Polisi yang mengetahui aksi tersebut lewat rekaman CCTV kemudian berencana menilangnya.
Tapi, pemotor tersebut malah kabur setelah petugas menyuruh mereka berhenti di pos polisi. Alhasil, seorang petugas polisi kemudian berubah menjadi Wiro Sableng untuk mengejar mereka.
Bocah SMP yang nekat pun akhirnya mati kutu. Mereka pun harus ingat pesan dari polisi Wiro Sableng ''Pelanggaran adalah penyebab kecelakaan, stop pelanggaran dan stop kecelakaan''. Masuk Pak Eko.
Buat kalian yang penasaran, ini dia video kocak Wiro Sableng yang beraksi di jalanan.
Tulisan mengenai video kocak Wiro Sableng tilang pelanggar lalu lintas ini sudah dimuat di MobiMoto.com dengan judul Aksi Kocak Wiro Sableng Tilang Pelanggar Lalu Lintas, Gokil!
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi