Rabu, 01 Februari 2023
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Rabu, 10 Oktober 2018 | 11:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Google menutup jaringan sosial miliknya yaitu Google+ (Google Plus) setelah mengalami kebocoran data. Google Plus ditutup karena kecacatan jaringan (bug) yang ditemukan pada bulan Maret 2018 mengungkapkan masalah serius.

Sebanyak 500 ribu data sensitif pribadi pengguna Google+ dilaporkan telah bocor.

Pengumuman penutupan ini muncul di blog resmi yang merupakan pengumuman pertama Google mengenai ''bug privasi''.

Kecacatan jaringan atau bug yang ada pada Google+ dapat mengizinkan 438 aplikasi eksternal untuk mengumpulkan nama pengguna, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin, dan usia tanpa izin.

Logo Google Plus. (FreeIconsPng)

Google mengatakan tidak menemukan bukti bahwa informasi pribadi yang terpengaruh disalahgunakan. Perusahaan itu mengatakan bahwa ada salah satu alasan mengapa mereka menunda mengungkapkan masalah.

Dilansir dari News Scientist, CEO Google baru-baru ini menolak undangan untuk melakukan perjalanan ke Washington dalam memberikan kesaksian.

Ia dilaporkan menolak memberikan kesaksian di hadapan Senat AS tentang menipulasi layanan online pemerintah asing untuk mempengaruhi pemilu di Amerika Serikat.

Ketidakhadirannya membuat legislator menjadi marah dan meninggalkan kursi kosong bertuliskan ''Google''.

''Dengan pengumuman pelanggaran ini, kursi kosong bertuliskan nama Google menjadi jauh lebih panas,'' kata Mike Chapple, Direktur dan pengamat IT di Universitas Notre Dame.

Google sebenarnya mempunyai reputasi kuat untuk memposisikan diri sebagai penjaga informasi terpercaya setelah Facebook gagal melakukannya.

Ilustrasi kantor Google. (unsplash/@pawel_czerwinski)

Perusaahan tersebut diketahui baru saja terkena skandal kebocoran data pengguna beberap waktu lalu.

Keuangan Facebook diketahui sangat bergantung pada kemampuannya untuk mempelajari minat, kebiasaan, dan lokasi penggunanya untuk menjual iklan bertarget.

Google+ seharusnya menjadi penantang jaringan sosial Facebook yang kini memiliki lebih dari 2 miliar pengguna.

Namun sepertinya Google+ gagal dan dengan cepat berubah menjadi ''kota hantu digital''.

Google Plus ditutup dan meninggalkan kekecewaan para pengguna karena data pribadi mereka telah bocor.

BACA SELANJUTNYA

Saingan Kuat, Google Waspadai Kehadiran Chatbot AI