hitekno.com - Belum lama ini, akun @monstreza mengunggah sebuah foto tempat nasi gratis yang langsung menjadi viral di Twitter. Bagaimana tidak, tempat nasi gratis ini secara tidak langsung mengajarkan kepada kita untuk saling berbagi.
Terlihat sangat sederhana, ide ini sukses membuat banyak netizen terinspirasi dan salut.
''Ini menarik. Konkret'' tulis pemilik akun dengan nama pengguna Faizal Reza ini.
Dalam cuitannnya, terlihat ia menyertakan sebuah foto lemari berisi beberapa botol minuman dan beberapa bungkus nasi yang disebut gratis ini.
Tidak berukuran terlalu besar, lemari dengan desain berwarna kuning ini diletakkan di depan pertokoan.
''Siapapun boleh mengambil, Siapapun boleh mengisi'' tulis pesan di poster tempat nasi gratis ini.
Sepertinya si pembuat ide tempat nasi gratis ini memperbolehkan siapa saja yang ingin untuk mengisi kembali tempat ini dengan nasi maupun air minum.
Menurut beberapa komentar balasan di unggahan Faizal Reza, tempat nasi gratis ini berada di Malang, Jawa Timur.
Unggahan ini langsung menarik banyak perhatian netizen. Beberapa meninggalkan komentarnya dalam unggahan Faizal Reza ini.
''Keren ni.... Inget jaman dulu d depan rumah selalu ada kandi, buat minum orang lewat.... Yg biasanya pulang dari pasar'' tulis netizen dengan akun @naikDikit.
''Mudah2an bisa bikin seperti ini juga'' komentar @aafxxx.
''Ingin rasanya setiap gajian ku sisihkan ke etalase ini..'' tulis pemilik akun @dilaWSYDN.
Gimana, tertarik membuat ide yang sama dengan tempat nasi gratis di Malang, Jawa Timur ini?
Ide tempat nasi gratis yang diunggah Faizal Reza ini sudah mendapat 3588 retweets dan 51 balasan dari sesama pengguna Twitter.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi