hitekno.com - Samaira Mehta, bocah cilik berusia 10 tahun ini tumbuh di lingkungan industri teknologi Silicon Valley, California, Amerika Serikat, tak heran Sumaira Mehta memiliki keahlian coding.
Bakatnya luar biasa yang ia miliki di usia yang sangat muda menarik perhatian deretan perusahaan teknologi seperti Google dan Microsoft.
Berbekal dengan bakatnya ini, Samaira mendirikan perusahaan bernama CoderBunnyz, di mana ia menjabat sebagai CEO.
Samaira Mehta juga menarik perhatian lantaran dirinya banyak dipanggil sebagai pembicara dalam sejumlah konferensi di Silicon Valley.
Berkat game buatannya, Samaira banyak mendapatkan juara di kompetisi, sehingga sejumlah ahli pemasaran Cartoon Network meliriknya untuk tampil dalam salah satu video Cartoon Network.
Setelah itu, nama Samaira Mehta semakin dikenal dan populer, bahkan ia bisa menjual game-nya di Amazon.
Samaira menguasai coding sejak umur 6 tahun, kemampuan tersebut turun temurun dari ayahnya, Rakesh Mehta. Rakesh merupakan seorang engineer di Intel dan juga mantan engineer di Sun Microsystem serta Oracle.
Bahkan dirinya ditawari untuk bekerja di Google saat sudah lulus kuliah nanti.
Namun, nyatanya tidak hanya Google yang tertarik dengan bakat Samaira, Microsoft juga mengundang Samaira sebagai pembicara dalam sebuah acara.
Saat ini Samaira Mehta sedang mengembangkan game baru, CoderMindz yang ia rancang bersama adiknya yang masih berumur enam tahun, Aadit.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih