hitekno.com - Twitter mengeluarkan sebuah pengumuman pada laporan kinerja kuartal ketiga perusahaan. Mereka juga mengungkap bahwa 9 juta akun Twitter telah dihapus oleh pihak perusahaan secara sepihak.
Raksasa media sosial itu telah mengantisipasi kerugian setelah mulai menggunakan perangkat lunak yang lebih baik.
Perangkat lunak diklaim memiliki kinerja maksimal untuk mendeteksi akun yang ''tidak jelas'' dan mencegah mereka mendaftar kembali.
Tindakan keras itu mengakibatkan 9 juta akun Twitter dihapus secara sepihak oleh perusahaan.
Mereka menjelaskan bahwa 9 juta akun Twitter yang dihapus terkait dengan ''bot'' otomatis, spam, dan akun palsu.
Twitter membuat kemajuan dengan mencegah pembuatan akun baru yang berisi spam atau konten mencurigakan dengan prosedur baru.
Mereka juga sudah menggunakan perangkat lunak yang lebih baik untuk mendeteksi dan melakukan penghapusan akun yang sebelumnya telah mereka larang.
Dengan adanya penghapusan 9 juta akun tersebut, basis pengguna Twitter sekarang menjadi turun menjadi 326 juta.
Dikutip dari UPI, Twitter mengatakan bahwa mereka menambah pengguna baru namun penghapusan yang dilakukan lebih besar daripada pertumbuhan yang mereka peroleh.
Pengguna aktif Twitter dilaporkan tumbuh 9 persen selama setahun terakhir, namun pertumbuhan pengguna bulanan tak mencapai setengahnya.
''Kami melihat kesehatan platform sebagai vektor perumbuhan jangka panjang. Ini adalah hasil yang sangat penting bagi kami, tidak hanya untuk pengalaman perusahaan, tetapi kami percaya pertumbuhan platform bisa berjalan dalam jangka panjang,'' kata CEO Twitter, Jack Dorsey.
Setengah dari pendapatan iklan terbesar datang dari iklan video.
Dengan adanya 9 juta akun Twitter yang dihapus dan membaiknya performa Twitter, perusahaan itu membuktikan kredibilitas menjelang pemilu AS 2018.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih