hitekno.com - Baru-baru ini salah satu netizen Twitter membagikan cerita unik salah satu penumpang pesawat yang membagikan camilan dan keterangan permintaan maaf karena membawa bayi ketika naik pesawat.
Perlakuan salah satu penumpang ini menurutnya sangat manis dan bisa menjadi refrensi untuk warga Indonesia lainnya.
Dalam cuitan pemilik akun @mikaillbs, ia mengunggah foto sejumlah kantong berisi cemilan dan earplug serta surat untuk seluruh penumpang pesawat.
Ibu dengan bayi di dalam pesawat ini membagikan kurang lebih 200 kantong camilan ke hampir semua penumpang di pesawat saat itu.
Pasangan ibu dan anak itu diketahui berasal dari Seoul, Korea Selatan ini menuliskan sebuah pesan di dalam kantong cemilannya.
Perlakuan manis seorang ibu ketika membawa bayi di dalam pesawat yang mungkin tangisannya akan menggangu penumpang lainnya ini mendpatkan beragam komentar dari netizen di Twitter.
@halobiyan ''Tapi gua pribadi gk pernah ngerasa keganggu dengan tangisan bayi. Karna mungkin doi ngerasain efek yang sama dr perbuhan tekanan udara di pesawat makanya doi cuma bisa nangis.''
@dheamptr ''aku pernah kepikiran bikin kayak gini kalau ntar punya anak masih kecil trs punya keperluan diluar pulau yg mengharuskan naik pesawat. ternyata uda ada yg ngelakuin''
@febriannooss ''untuk keadaan di transportasi umum seperti pesawat, kereta, atau bis, saya sama sekali tak merasa terganggu seberapa keras tangisan bayinya, sebab paham bahwa tak semua orang beruntung bisa bepergian membawa bayinya menggunakan kendaraan pribadi. kita saja yang perlu bertoleransi''
Kisah perlakuan manis ibu bersama bayinya yang membagikan kantong camilan untuk penumpang pesawat ini lantas viral di Twitter dan mendapatkan lebih dari 24 ribu retweet dan 16 ribu likes.
Tag
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia