hitekno.com - Media sosial Twitter membuat kemajuan dalam menangani konten terorisme di platfromnya, pasalnya Twitter hingga paruh kedua tahun lalu sudah menangguhkan lebih dari 166 ribu akun.
Bersama dengan platform media sosial lain seperti Facebook dan Google, Twitter berada di bawah tekanan dari regulator dan pemerintah di seluruh dunia untuk menghapus konten teoris tersebut lebih cepat.
Menurut laporan transparansi terakhirnya, perusahaan mengatakan alat teknisnya menghasilkan 91 persen akun yang teroris di Twitter sudah ditangguhkan secara proaktif.
Hal ini berarti Twitter sudah menangguhkan akun mencurigakan tersebut bahkan sebelum Tweet pertama mereka dicuitkan.
Pasalnya teknologi internal milik Twitter menangkap data yang digunakan akun tersebut dan menandakan adanya dugaan.
Jumlah ini mengalami penuruan sebanyak 19 persen dari data sebelumnya.
''Penurunan tajam ini merupakan indikasi tren yang lebih besar yang diamati dari tahun ke tahun jumlah organisasi teroris yang berusaha menggunakan media sosial kami berkurang'' akui Sinead McSweeney, wakil presiden Twitter.
Menurut Twitter, pendekatan teknis yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun membuahkan hasil, namun pihaknya akan selalu waspada dengan akun-akin baru yang bermunculan.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih