Hitekno.com - Banyak yang mengatakan bahwa kesehatan adalah itu mahal harganya, namun sepertinya laki-laki berumur 22 tahun ini tak menyadarinya.
Tergolong masih muda, pria ini sudah divonis stroke setelah ia menerapkan gaya hidup yang tidak sehat.
Dilansir dari laman World of Buzz, pria dari Kohsiung tersebut ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah kafe internet.
Ia ditemukan terjatuh di kursinya dan orang disekitarnya tak bisa membangunkannya, ia segera dikirim ke rumah sakit untuk dirawat.
Setelah diperiksa, dokter mengatakan adanya halangan di belahan otak kirinya yang menyebabkan dia menderita stroke.
Stroke mengakibatkan anggota badan bagian kanannya lumpuh dan ia juga mengalami masalah dengan cara bicaranya.
Terungkap bahwa pria itu menganggur dan berada di warnet tersebut selama 24 jam.
Diketahui juga ia tidak makan apapun, minum air bahkan bangun dari kursinya selama waktu tersebut.
Ketika dokter memeriksanya, mereka menemukan bahwa pria tersebut tidak memiliki riwayat medis kronis, ia sedikit kelebihan berat badan dan tidak dalam kondisi fisik yang baik.
Ditambah lagi dengan kebiasaanya yang tidak sehat dan berdiam diri tanpa makanan dan minuman di kafe internet dan menyebabkan dia menderita stroke.
Baca Juga:
Jokowi dan Prabowo Naik MRT Bareng, Ini Cuitan Haru Netizen di Twitter
Karena kebiasaan buruknya ini, ia harus menjalani perawatan dan rehabilitasi selama setengah tahun sebelum dia dapat kembali seperti normal.
Adanya teknologi yang memudahkan membuat sebagian orang tak ingin beranjak dari tempat duduknya, namun hal ini tentu kebiasaan yang tidak baik karena akan berakibat fatal pada tubuh..
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026