hitekno.com - Apabila mati listrik sering ditemukan pada daerah terpencil, kasus mati listrik di Jakarta dan sekitarnya yang terjadi secara serentak tentunya membuat netizen heboh. Hashtag #Matilampu langsung menempati trending topik nomor satu di Twitter regional Indonesia.
Beberapa hashtag langsung mencuat merangsek memenuhi deretan trending di Twitter regional Indonesia.
Terpantau beberapa hashtag terkait mati listrik langsung dicuitkan oleh ribuan netizen Indonesia, termasuk hashtag #Matilampu, Jabodetabek, dan #matilistrik.
Dari ribuan cuitan yang mengandung hashtag tersebut, banyak netizen yang menyayangkannya dan melakukan berbagai curhatan melalui Twitter.
Pantauan sementara, akun resmi PLN Banten Utara mengabarkan bahwa telah terjadi pemadaman listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Saat ini telah terjadi gangguan pada pembangkit yang menyeabkan TRIP secara bersamaan sehingga membuat sistem jaringan BANTEN-JAKARTA BLACK OUT," tambah penjelasan resmi akun PLN Banten Utara tersebut.
Tak hanya Jakarta, banyak netizen yang mengaku dari Bandung juga mengalami mati listrik.
"Jabodetabek plus Bandung #matilampu berjamaah, auto nangis," komentar @cutebaby26.
Bahkan terdapat beberapa netizen yang kecewa karena mereka mengalami mati listrik di sebuah acara yang penting.
"Payah @pln_123, gua lagi acara nikahan malah dikerjain #matilampu, posisi Cijantung Cijantung, Jakarta Timur..Hadeeeh," balas @menmog1.
"Pas lampu nyala Pas lampu nyala tiba-tiba admin @pln_123 ngetweet: SAYA KEMBALI #matilampu," canda @rustijono.
Itulah tadi beragam curhatan netizen karena Jakarta mati listrik sehingga hashtag #Matilampu trending di Twitter, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi